SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda menggelar Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 dalam suasana khidmat dan penuh nilai reflektif, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai spiritual dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam tausiyahnya menekankan bahwa Halal Bihalal memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi tahunan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan sarana untuk kembali kepada fitrah serta memperbaiki hubungan sosial yang mungkin sempat renggang.
“Halal bihalal itu memiliki makna mengurai yang kusut, mengendapkan yang keruh, serta menghalalkan kembali hubungan di antara kita,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa esensi Halal Bihalal terletak pada upaya rekonsiliasi dan pemurnian diri, baik secara personal maupun sosial.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan, sehingga momentum kebersamaan harus dimanfaatkan untuk saling memaafkan. “Kita boleh pernah lalai, kita boleh pernah jatuh, tetapi mari kita kembali kepada fitrah Allah,” tambahnya.
Dalam perspektif sosial, Wali Kota juga menyoroti pentingnya memperkuat silaturahmi dan ukhuwah dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan bahwa nilai persaudaraan tidak hanya terbatas pada lingkup keagamaan, tetapi juga mencakup hubungan kemanusiaan yang lebih luas.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Samarinda, Noor Wahid Hasyim, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Saat ini, cakupan layanan telah mencapai sekitar 84 persen dan ditargetkan dapat mencapai 100 persen pada tahun 2029.
“Tambahan instalasi pengolahan air dan jaringan distribusi terus kami lakukan. Kami optimistis target pelayanan penuh dapat tercapai sesuai rencana,” ungkapnya.
Selain tausiyah dan sambutan, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada pegawai yang telah mengabdi selama 20 dan 30 tahun, serta penyerahan dana sosial sebagai bentuk kepedulian. Apresiasi juga diberikan kepada pegawai yang berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas spiritual.
Melalui peringatan ini, Perumda Tirta Kencana tidak hanya menegaskan perjalanan panjang institusi, tetapi juga memperkuat orientasi ke depan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, sekaligus menjaga nilai kebersamaan dan spiritualitas di lingkungan kerja. (adv)














































