SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mencatat berbagai capaian positif sepanjang tahun 2025, yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam Rapat Paripurna DPRD yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).
Dalam laporan tersebut, kondisi fiskal daerah dinilai tetap terjaga dengan realisasi pendapatan mencapai lebih dari 91 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, serapan belanja daerah juga berada di atas 90 persen, yang sebagian besar dialokasikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta peningkatan layanan publik.
Selain kinerja anggaran, indikator makro ekonomi juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga mencapai 3,45 persen, turun dari tahun sebelumnya. Begitu pula dengan tingkat pengangguran yang mengalami penurunan, mencerminkan membaiknya kondisi pasar kerja di daerah.
Pertumbuhan ekonomi Samarinda tercatat sebesar 6,22 persen, menjadikannya yang tertinggi di Kalimantan Timur. Capaian ini dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global. Di sisi lain, kualitas hidup masyarakat juga meningkat, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 83,53, melampaui rata-rata nasional.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai program pemerintah yang menyasar pengurangan beban masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta pembangunan infrastruktur. Selain itu, konsistensi dalam pengelolaan keuangan juga ditunjukkan melalui raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil dipertahankan selama sebelas tahun berturut-turut.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna memperbaiki kekurangan yang masih ada. Upaya ini dilakukan agar pembangunan di Samarinda dapat terus berlanjut secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (adv)














































