PENAJAM – Retribusi Pelabuhan Benuo Taka yang berlokasi di pesisir Penajam, Kelurahan Buluminung, tercatat mencapai Rp 6 miliar selama periode Januari hingga Oktober 2024. Data ini diungkapkan oleh Dinas Perhubungan Penajam Paser Utara (PPU), sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola pelabuhan tersebut.
Alimuddin, Kepala Dinas Perhubungan PPU, menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) menargetkan pendapatan dari retribusi bongkar muat barang di Pelabuhan Buluminung sebesar Rp 7,7 miliar untuk tahun 2024. Saat ini, realisasi penerimaan dari retribusi tersebut sudah mencapai Rp 6 miliar.
“Bulan lalu kami baru mencatat Rp 5,4 miliar, namun sekarang sudah meningkat menjadi Rp 6 miliar,” ujar Alimuddin dalam wawancaranya di ruang kerjanya pada Selasa (22/10/2024).
Ia menambahkan bahwa pendapatan terbesar dari retribusi pelabuhan ini berasal dari aktivitas bongkar muat Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit, serta dari sektor pertambangan batu bara.
Selain itu, Alimuddin menyebutkan bahwa pungutan retribusi juga diperoleh dari bongkar muat material bangunan yang didatangkan dari luar daerah. Hal ini seiring dengan perkembangan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berada di wilayah terdampak proyek strategis nasional tersebut.
Alimuddin optimis bahwa pendapatan retribusi bongkar muat di Pelabuhan Benuo Taka dapat mencapai target Rp 7,7 miliar hingga akhir tahun. Menurutnya, angka yang telah tercatat hingga Oktober 2024 belum final, mengingat masih ada dua bulan tersisa, yaitu November dan Desember.
“Kami optimistis target retribusi Pelabuhan Benuo Taka bisa tercapai,” pungkasnya.(adv)














































