Samarinda, linimasa.co – “Innalillahi wa innailahi rajiun, selamat jalan ustadz Kusyanto, tokoh muda Kaltim, semoga Allah memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya, aamiin,” begitu salah satu petikan ucapan belasungkawa di beberapa media sosial yang beredar baik di Facebook maupun di Whatsapp. Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Timur, dinyatakan meninggal dunia usai dirawat selama beberapa hari di RS. Samarinda Medika Citra (SMC) Jl. Kadrie Oening No.86, RT.35, Air Putih. Ahad (11/7/2011) pagi tadi.
Menurut salah satu pengurus Pemuda Muhammadiyah Samarinda, Wahyu, mengatakan, ust. Kusyanto dibawa ke RS. SMC oleh saudara dan tetangganya setelah beberapa hari demam dan sesak nafas. Hari pertama dirawat (Selasa, 6/7/2021), didiagnosa tipes, kemudian dua hari berikutnya infeksi paru-paru.
“Sempat dilakukan tes PCR dan dinyatakan positif Covid-19, dan tadi pagi pukul 07.55 wita, beliau menghembuskan nafas terakhirnya,” ujar Wahyu dengan mata berair menahan sedih.
Suasana haru terlihat di parkiran belakang RS. SMC, beberapa pengurus Pemuda Muhammadiyah, Kokam dan Pengurus IMM terlihat berdiri disekitar peti jenasah yang disiapkan oleh pihak rumah sakit. Sekretaris PWPM, Adam Muhammad berujar, saat dirinya mengetahui informasi tersebut langsung menuju Samarinda.
“Tadi pagi di grup WA, antara percaya dan tidak, saya kaget dan langsung berangkat dari L (Separi Kukar) menuju kesini (SMC), beliau orangnya baik, kami sangat kehilangan,” ujarnya.
Ust. Kusyanto adalah sosok muda yang penuh tanggung jawab, tidak pernah mengeluh, dewasa dalam berpikir dan juga pandai bergaul. Selain sebagai ketua PWPM, dirinya juga memimpin Madrasah Tsanawiah (MTs) Muhammadiyah 1 Samarinda. Kepemimpinannya disenangi oleh para guru dan staf MTs 1 Muhammadiyah Samarinda.
Saat ditemui awak linimasa di RS SMC, saudara (adik) ust. Kusyanto menceritakan, selama di rumah sakit, ust. Kusyanto terkadang merasakan sesak pada dadanya, sehingga pihak rumah sakit memasang oksigen untuk memudahkan bernafas.

“Beliau tidak pernah menceritakan kalau dirinya sakit, pasti selalu dipendam. Dia juga masih sempat membalas pesan WA yang masuk, mengabarkan ke teman-temannya bahwa dirinya baik-baik saja. Tapi pagi tadi, Allah memanggilnya, saya mohon do’a nya, agar beliau diberikan tempat terbaik disana.” ujar Oki Setiawan kepada awak linimasa.
Senada dengan itu, pengurus PWPM Kaltim, Muhadi, mengisahkan dirinya belum lama ini sempat menjenguk keluarga almarhum.
“Kamis kemarin (8/7/2021), saya dengan bang Bendum mengunjungi rumah beliau, melihat kondisi keluarganya. Kami juga tidak lama karena hanya mengantarkan sesuatu. Alhamdulillah, istri beliau sudah agak mendingan katanya, dan anaknya dari tiga, yang satunya masih batuk. Malah rencananya kami mau kesana lagi besok,” ungkapnya.
Terlihat petugas rumah sakit mengangkat jenasah dan memasukkan jasad ke peti, kemudian ditutup menggunakan plastik bening, sesuai dengan standar penanganan covid-19. Kemudian petugas mengatur posisi peti sesuai arah kiblat dan mempersilahkan keluarga dan kerabat almarhum untuk melakukan sholat jenasah. Sholat jenasah dipimpin oleh kakak kandung almarhum dan diikuti oleh pengurus Pemuda Muhammadiyah.
Raut wajah sedih terpancar dari semua pengurus dan anggota organisasi otonom Muhammadiyah ini, sebagian menunduk dan menghapus butir air mata yang tak terasa menetes, ada pula yang mengelap kaca matanya karena terkena air mata, sebagian lagi bercerita tentang kebaikan tokoh muda ini semasa hidupnya. ustads Kusyanto bin Paiman, seorang ayah dari tiga anak, suami yang baik dan pemimpin bagi keluarganya, organisasi dan sekolah. Tutur katanya yang sopan dan lembut, sebagai muballigh muda Muhammadiyah, semua akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. (*)
Redaksi














































