Samarinda, linimasa.co – Masa pandemi covid-19 belum juga berakhir, bahkan di sejumlah negara Asia pertumbuhan virus ganas ini makin meningkat. Dampak yang ditimbulkan tentu saja sangat merugikan masyarakat. Selain bidang ekonomi, juga berdampak pada bidang pendidikan. Adanya PPKM lanjutan tentunya membatasi segenap aktivitas, tidak terkecuali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
MPLS biasanya diadakan tatap muka namun sejak munculnya covid-19 hingga saat ini MPLS dilaksanakan secara daring. Pemerintah belum mengizinkan sekolah untuk mengadakan pembelajaran tatap muka. Meski demikian, pelaksanaan Tahun ajaran baru 2021-2022 tetap dimulai.
Peserta didik baru mendapatkan pemahaman tentang lingkungan sekolah, mengenal guru kelas dan rencana pembelajaran. SD Negeri 007 Sungai Pinang Samarinda, menggelar MPLS Tahun ajaran baru 2021-2022 secara daring.

Guru SD Negeri 007 Sungai Pinang Samarinda Sri Mulyati mengatakan, MPLS merupakan kegiatan yang harusnya berkesan bagi anak didik yang baru memasuki jenjang sekolah.
“MPLS tentu akan membuat pengalaman baru bagi peserta didik, terutama jenjang SD, mereka akan mengenal lingkungan sekolah, teman baru, bapak ibu guru, biasanya kami kemas dengan pertemuan orang tua wali, siswa siswi dan guru-guru. Tapi sekarang harus melalui daring,” ungkap guru kelas 1A ini.
Ia menambahkan agenda MPLS digelar selama tiga hari sejak Senin (12/7/2021) lalu hingga Rabu (14/7/2021) hari ini. Untuk hari pertama perkenalan wali kelas, guru bidang studi dan perkenalan siswa melalui tatap muka maya atau daring dengan menggunakan aplikasi Google Meet. Pada hari kedua, penayangan foto-foto dan video lingkungan sekolah, fasilitas sekolah yang ada di SD Negeri 007 Sungai Pinang yang terletak di jalan Ahmad Yani.
“Hari ini (Rabu, 14/7/21), akan membahas tentang pendalaman pengenalan siswa dengan mengajak siswa bercerita tentang siapa dirinya, cita-citanya, keluarganya, untuk melihat karakter awalnya. Dan penguatan karakter pelajar Pancasila.” ujarnya

Sri juga mengungkapkan masih ada kendala yang dihadapi saat MPLS daring, kendati demikian dirinya tetap berusaha untuk membuat peserta didik untuk bersemangat mengikuti MPLS daring tersebut.
“Kemarin saat siswa menjawab pertanyaan dari kami, dan pada saat penayangan video sambutan kepala sekolah, ada gangguan jaringan, sehingga pertemuan daring sempat ngelag, terhenti sejenak, dan loading video yang begitu lama, sehingga terputus-putus, mungkin karena hujan,” jelasnya
Dirinya berharap agar pandemi bisa berlalu dan masyarakat dapat beraktivitas seperti sebelumnya.
“Ya, semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan kami para guru dan murid bisa bertatap muka secara langsung sehingga dapat tercipta hubungan antara guru dan murid seperti sebelum-sebelumnya,” harapnya.
Redaksi














































