KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen dengan menyiapkan lahan seluas kurang lebih 8 hektare di kawasan Jalan Simono. Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di Ruang Ulin Kantor Bupati Kutim, Kamis (26/2/2026).
Sekolah Rakyat permanen dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah daerah menilai lokasi yang disiapkan cukup strategis dan representatif untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan yang sesuai dengan standar pemerintah pusat.
Dalam rapat tersebut, Mahyunadi menjelaskan bahwa pemerintah daerah harus melengkapi sejumlah persyaratan administratif sebelum pengajuan pembangunan disampaikan ke kementerian terkait. Dokumen yang dipersiapkan meliputi surat pengantar usulan, proposal penyelenggaraan, serta dokumentasi rencana lokasi termasuk foto udara kawasan yang akan dibangun.
Selain itu, Pemkab Kutim juga harus memastikan legalitas aset daerah berupa sertifikat tanah atau dokumen hibah serta kelengkapan administrasi Barang Milik Daerah. Dokumen lain yang diperlukan antara lain kesesuaian tata ruang, persetujuan bangunan gedung, dokumen lingkungan, analisis dampak lalu lintas, hingga sertifikat laik fungsi bangunan.
Mahyunadi menegaskan bahwa lahan yang diusulkan harus dalam kondisi bebas sengketa dan siap dihibahkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Kepala daerah juga diwajibkan menandatangani pernyataan kebenaran dokumen sebagai bagian dari proses pengajuan.
Untuk mempercepat proses, organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perhubungan diminta segera menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi. Tim teknis diberikan waktu satu minggu untuk menuntaskan dokumen sebelum kembali diajukan ke pemerintah pusat.
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kutai Timur. Sementara menunggu realisasi pembangunan, Pemkab Kutim juga menyiapkan Sekolah Rakyat rintisan yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru dengan memanfaatkan fasilitas Kampus STIPER Kutim sebagai lokasi sementara. (adv)














































