KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil. Salah satu langkah yang digagas adalah pembangunan Sekolah Rakyat (SR) terpadu dengan konsep berasrama sebagai solusi atas kendala jarak dan biaya transportasi.
Gagasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi dalam agenda penyerahan Beasiswa Berdaya 2025 yang diinisiasi oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC), di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Jumat (13/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Mahyunadi menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi KPC yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kutai Timur. Menurutnya, kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.
“Pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas SDM. Kita ingin generasi Kutim memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat. Penurunan signifikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berdampak pada penyesuaian prioritas program pembangunan.
“Kondisi anggaran saat ini menuntut kita untuk lebih selektif dan inovatif dalam menjalankan program,” jelasnya.
Sebagai respons atas keterbatasan tersebut, Pemkab Kutim memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan sektor swasta melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR). Pemerintah daerah mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di Kutim untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan, terutama di sektor pendidikan.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan Sekolah Rakyat terpadu yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan dengan fasilitas asrama. Konsep ini dinilai relevan mengingat luas wilayah Kutai Timur yang mencapai lebih dari 35 ribu kilometer persegi, sehingga banyak anak di daerah pedalaman kesulitan melanjutkan pendidikan akibat jarak tempuh dan tingginya biaya transportasi. (adv)














































