KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui investasi besar dalam peningkatan infrastruktur irigasi pertanian
Tiga kecamatan telah ditetapkan sebagai kawasan prioritas utama dalam strategi ini: Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat. Ketiga wilayah ini dinilai memiliki potensi krusial dalam mendukung akselerasi produksi padi dan hortikultura di Kutim.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa kawasan prioritas ini memiliki keunggulan karena sudah dilengkapi dengan sistem bendungan besar. Bendungan-bendungan tersebut berfungsi sebagai jantung yang menopang ketersediaan air bagi ribuan hektare lahan pertanian.“Tiga tempat itu ada jaringan irigasi primernya yang menjadi jantung dari areal persawahan,” ujarnya.
Dyah menambahkan, fokus Pemkab Kutim saat ini adalah memastikan semua jaringan irigasi yang telah dibangun dapat beroperasi pada tingkat optimal. Beberapa bendungan lama tengah menjalani perawatan intensif dan peningkatan kapasitas agar mampu menampung debit air yang lebih besar dan mendistribusikannya secara merata ke lahan-lahan produktif.
“Irigasi ini seperti pembuluh darah. Kalau itu tidak ada, berhenti sudah. Seperti itu efeknya. Makanya fokus perluasan areal kita fokuskan ke yang mempunyai irigasi primer,” jelasnya.
Selain perbaikan infrastruktur fisik, DTPHP juga memperkuat peran serta masyarakat. Dinas ini menggandeng petani untuk membentuk Kelompok Pengelola Jaringan Irigasi (P3A) di tingkat desa. Tujuannya adalah agar distribusi air dapat diatur secara adil dan efisien antarpetani. Pemerintah juga memberikan pelatihan mengenai teknik irigasi hemat air serta penerapan teknologi pertanian modern berbasis sensor kelembapan tanah.
Dyah menambahkan, penguatan sektor irigasi ini merupakan bagian dari strategi besar Kutim dalam mendorong kemandirian pangan. Pemerintah berkomitmen menambah 1.150 hektare lahan sawah baru hingga tahun 2026, dengan sebagian besar pengembangannya diarahkan ke kawasan yang telah memiliki jaringan bendungan aktif. (adv)














































