Kutim- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen memperkuat integritas dan mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan langkah ini menjadi sorotan serius setelah hasil penilaian nasional menempatkan Kutai Timur sebagai daerah dengan risiko korupsi tertinggi di Kalimantan Timur.
Ditekankannya, upaya penguatan integritas akan dimulai dari sistem perencanaan dan pengelolaan anggaran.
Menurutnya, keterlibatan Inspektorat secara langsung di setiap tahapan perencanaan program pemerintah menjadi kunci agar tata kelola anggaran lebih transparan dan terkontrol.
“Inspektorat harus hadir sejak awal, bukan hanya sebagai pengawas di akhir proses. Hal ini penting agar setiap program yang direncanakan dan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujar Bupati, Rabu (26/11/2025).
Langkah ini diharapkan mampu menekan praktik penyalahgunaan anggaran dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah Kutai Timur, Pemerintah setempat juga berencana memperkuat pengawasan internal dan penerapan mekanisme audit secara rutin untuk memastikan akuntabilitas setiap kegiatan pemerintahan.
Dengan upaya ini, Kutai Timur berkomitmen untuk menempatkan integritas dan transparansi sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah, sekaligus menjadi contoh bagi kabupaten lain di Kalimantan Timur. (adv)














































