Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi serta seni budaya yang terdapat di Kutai. Di antaranya penyelenggaraan Tenggarong Art Festival, Kukar Youth Festival, Mencak Undat, dan Festival Erau yang baru-baru ini digelar.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, event Festival Erau dan lainnya merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Merujuk dari Program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F) dan Kukar Berbudaya.
Menurut orang nomor satu Kota Raja itu, warisan budaya di era modern saat ini perlu lebih diperkuat. Agar anak dan cucu dapat mengenal budaya turun temurun mereka.
Kata Bupati petahana tersebut pelaksanaan event-event kebudayaan dan kesenian juga dapat membantu memulihkan perekonomian pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), terlebih pasca Covid-19.
“Saya berharap festival-festival yang diselenggarakan membantu UMKM semakin berkembang. Masyarakat juga haus dengan hiburan dan membutuhkannya,” ujarnya baru-baru ini.
Selain itu, para seniman dan budayawan bisa terus berkreasi dan berkarya menjaga warisan budaya. Sehingga masyarakat luas dapat merasakan manfaatnya.
Program K3F merupakan salah satu misi ketiga Kukar Idaman. Yakni Memperkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Lokal.
Pemerintah memberikan fasilitas atau panggung kepada pelaku kesenian sebagai bentuk perhatian khusus.
“Kami berharap ini menjadi dorongan pertumbuhan dan penggerak ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai informasi, jumlah K3F Pemkab Kukar yang sudah masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Pendek Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2026 mendatang sebanyak 100 festival. Target setiap tahunnya yakni 20 event.
pewarta Mira














































