SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menerima audiensi jajaran Media Disway Kaltim di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda, Kamis (16/4/2026). Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan sejumlah isu strategis, mulai dari capaian pembangunan daerah, penanganan banjir, hingga peluang Borneo FC Samarinda dalam perebutan gelar Liga 1.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, didampingi Sekretaris Diskominfo Samarinda Suparmin, Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Dhanny Rakhmadi, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), serta Direktur Utama Disway Kaltim, Devi Alamsyah bersama jajaran redaksi.
Mengawali diskusi, Devi Alamsyah menyampaikan sejumlah apresiasi terhadap perkembangan pembangunan di Kota Samarinda. Ia juga menyampaikan pandangan Founder Harian Disway, Dahlan Iskan, yang menilai berbagai terobosan pembangunan di Samarinda patut diapresiasi.
Menurutnya, pembangunan terowongan menjadi salah satu langkah visioner yang menunjukkan keberanian kepala daerah dalam menghadirkan inovasi pembangunan. Selain itu, mantan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, juga disebut memberikan apresiasi terhadap peningkatan layanan air bersih di Kota Samarinda.
Menanggapi hal tersebut, Andi Harun memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan pemerintah kota, terutama dalam pengendalian banjir yang selama ini menjadi persoalan utama di Kota Tepian.
Ia menjelaskan, sejumlah titik rawan banjir kini mulai mengalami penurunan genangan secara signifikan. Salah satu langkah lanjutan yang sedang disiapkan adalah pembangunan bendali di kawasan Gang Ogok untuk mengatasi banjir di wilayah Damanhuri.
Proyek tersebut sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menangani banjir secara bertahap.
Selain itu, Pemkot Samarinda juga terus memperkuat kolaborasi lintas wilayah, salah satunya melalui rencana pembangunan kolam retensi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di sekitar Bandara APT Pranoto. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi dampak banjir di kawasan Samarinda Utara.
Andi Harun menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan dukungan anggaran besar dan proses berkelanjutan. Namun demikian, pemerintah kota tetap berupaya maksimal sesuai kemampuan fiskal daerah.
“Kalau APBD Samarinda ini puluhan triliun, tentu penanganan banjir bisa selesai lebih cepat. Tapi dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bergerak dan hasilnya terus terlihat,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, pembangunan kota disebut tetap menunjukkan progres positif. Sejumlah proyek strategis yang telah direalisasikan antara lain Teras Samarinda, revitalisasi Citra Niaga, hingga pembangunan Pasar Pagi.
Capaian tersebut juga diperkuat dengan hasil penilaian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, Samarinda meraih skor 4,32 dan menempati posisi ketiga nasional untuk kategori kota di luar Pulau Jawa, di bawah Kota Medan dan Kota Banjarmasin.
Menutup audiensi, suasana diskusi berlangsung lebih santai saat Andi Harun diminta memberikan pandangannya terkait performa Borneo FC Samarinda yang saat ini bersaing di papan atas klasemen Liga 1.
Dengan nada optimistis, ia menyampaikan keyakinannya terhadap peluang tim kebanggaan masyarakat Samarinda tersebut.
“Analisa saya, tahun ini Borneo FC 90 persen juara, asal konsisten. Melihat sisa lawan, hampir semua di bawah level, kecuali Makassar saat tandang. Kalau bisa seri saja, peluang makin besar untuk juara,” pungkasnya. (adv)














































