Samarinda, linimasa.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, kembali menyelenggarakan debat ke II malam ini, Selasa (10/11/20) di Hotel Mercure.
Sebelumnya, KPU Samarinda juga telah menyelenggarakan debat ke I, dengan diikuti calon wali kota. Sedangkan tahapan debat ke II, akan diikuti calon wakil wali kota.
Najib selaku Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipan, dan SDM mengatakan dalam debat kali ini pihaknya telah menyiapkan 3 tema.
“3 tema utama yang akan dibahas dalam debat tersebut meliputi pembahasan tentang narkoba, pelayanan publik, dan infrastruktur,” ungkap Najib.
Lanjut Najib, bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi terkait pembahasan debat yang lebih detail di Hotel Mercure. Dengan mengundang Bawaslu Samarinda, Liasion Officer (LO), Kepolisian, TVRI, dan Event Organizer.
Najib mengungkapkan bila debat ke II ini, tak jauh berbeda dengan debat sebelumnya. Pertanyaan telah disiapkan oleh 9 orang tim penyusun. Debat akan dibagi menjadi 6 segmen dan tiap paslon mendapatkan 3 pertanyaan di tiap sesi. Diberikan durasi 60 detik untuk bertanya dan 90 detik untuk menjawab.
Untuk tahapan memulai debat, Najib menyebutkan tiap paslon akan diundi untuk menentukan giliran penyampaian visi-misi dan pertanyaan.
“Hal itu dilakukan untuk menciptakan keadilan dan kesempatan yang sama rata bagi tiap pasangan calon. Sebab kalau giliran ditentukan dari nomor urut, paslon bernomor urut awal akan diuntungkan dan yang nomor urut terakhir akan dirugikan,” beber Najib saat dikonfirmasi oleh awak media.
Pertanyaan yang telah disusun dapat dipastikan kerahasiaannya dan baru dibuka moderator ketika debat berlangsung.
“Paslon memilih amplop yang telah berisi pertanyaan. Perihal moderator, masih kami keep dulu. Kali ini berbeda dengan moderator di debat sebelumnya. Kisi-kisinya, dia perempuan,” lanjut Najib.
KPU Samarinda dalam pelaksanaan ini akan membatasi jumlah. Hanya 24 orang yang dapat masuk dalam ruang debat secara langsung. Terdiri atas 3 paslon, 6 orang perwakilan tim sukses, Bawaslu Samarinda 2 orang, serta Bawaslu dan KPU Kaltim 2 orang.
Protokol kesehatan ketat tetap dilaksanakan sebelum memasuki area debat. Mulai mewajibkan pemakaian makser, pengecekan subu tubuh, dan penyemprotan disinfektan.
“Debat akan disiarkan secara langsung di TVRI dan akun Facebook KPU, serta YouTube seperti debat yang sebelumnya,” tandasnya.













































