SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menghadiri kegiatan silaturahmi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kalimantan Timur yang digelar di Bapperida Kota Samarinda, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan sosial dan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Andi Harun menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kebersamaan simbolik, tetapi harus mampu melahirkan gagasan dan solusi yang berdampak nyata. Ia mendorong AMM untuk tampil sebagai kekuatan masyarakat sipil yang aktif dan berkontribusi dalam perubahan sosial.
“Soliditas itu bukan sekadar kebersamaan simbolik. AMM harus menjadi produsen ide yang relevan dan berdampak,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa organisasi kepemudaan perlu bergerak lebih dinamis dan tidak hanya menjadi ruang berkumpul, melainkan mampu hadir sebagai penggerak di tengah masyarakat. Peran tersebut, menurutnya, penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Andi Harun menguraikan makna amar ma’ruf nahi munkar dalam konteks kekinian. Ia menjelaskan bahwa nilai tersebut harus diwujudkan dalam bentuk dorongan terhadap kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat, sekaligus menjadi kontrol terhadap kebijakan yang tidak tepat.
“Amar ma’ruf adalah mendorong kebijakan yang baik. Nahi munkar adalah mengontrol yang keliru,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya transformasi nilai keagamaan dari sekadar rutinitas menuju kesadaran yang tercermin dalam perilaku sosial. Menurutnya, praktik keagamaan harus mampu menghadirkan keadilan dan menjauhkan masyarakat dari tindakan yang merugikan.
Dalam menghadapi tantangan global, Wali Kota juga menyoroti potensi krisis pangan dan energi yang dapat berdampak langsung pada masyarakat. Ia mengingatkan generasi muda agar lebih peka dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial semata tanpa kesiapan menghadapi persoalan nyata.
Sebagai langkah ke depan, Andi Harun mendorong AMM untuk memperkuat kapasitas kader melalui peningkatan literasi keagamaan, sains, dan digital. Selain itu, ia juga mengajak organisasi tersebut untuk menghasilkan gagasan berbasis ilmu pengetahuan serta membangun kemandirian ekonomi kader.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terbuka untuk bersinergi dengan AMM melalui kolaborasi program dan dialog kebijakan.
“Perkuat yang baik, luruskan yang keliru. Itu tanggung jawab moral kader sebagai bagian dari masyarakat,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan AMM dapat semakin berperan sebagai motor penggerak perubahan yang konstruktif dalam mendukung kemajuan daerah dan pembangunan bangsa. (adv)














































