Bontang, linimasa.co – Alam dan Manusia, dua hal yang saling terkait. Kadang memicu konflik demi kepentingan keduanya. Manusia mengeksploitasi alam secara besar-besaran hingga diambang kehancuran. Hal tersebut terangkum dalam
nonton bareng (Nobar) dan diskusi film Kinipan yang digelar Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) Cabang Bontang beberapa waktu lalu.
Ketua HMB Cabang Bontang, Rezwan Ananda mengungkapkan adanya pemutaran film Kinipan dengan mengangkat tema masa depan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) ini dimaksudkan untuk mengedukasi pentingnya menjaga alam serta menggugah kesadaran untuk berpikir kritis.
“Tentu dalam film tersebut nampak jelas bagaimana keadaan alam kita saat ini, itupun belum menjadi IKN,” ucapnya pada awak media.
Film dokumenter garapan sutradara Dandhy Laksono tersebut memperlihatkan, bagaimana Negara melalui aturan – aturan yang dibuat untuk kepentingan oligarki dan kapitalis transnasional. Turut melegitimasi fenomena “akumulasi primitif” yang tidak hanya menyingkirkan masyarakat adat dan sekelompok hewan penghuni hutan. Namun juga turut menciptakan peristiwa penghancuran alam dalam skala besar.
Lanjut, Rezwan mengutarakan acara yang digelar, Sabtu (10/4/2021) malam turut menghadirkan pejabat kota. Baik pejabat Kota Bontang maupun Kota Samarinda.
“Jadi, nobar pada malam hari ini turut dihadiri Wali Kota terpilih dalam hal ini ada Pak Basri Rase, Wali Kota Samarinda, yaitu Andi Harun dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Yaitu Seno Aji,” jelasnya.
Dilokasi yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Yaitu Seno Aji mengapresiasi HMB Cabang Bontang yang telah menggelar Nobar meski ditengah pandemi.
“Walau pandemi, tak menyurutkan semangat teman-teman untuk menggelar acara ini, itu sangat luarbiasa,” ucapnya saat opening Diskusi.
Lebih lanjut, dalam diskusi tersebut Seno mengungkapkan dalam persiapan Kaltim menjadi IKN, pihaknya telah berdiskusi dengan Bapenas, dan akan mengutamakan tenaga kerja yang berkompetensi di kaltim, selanjutnya akan memudahkan konsep wirausaha yang harus di munculkan.
“Tahun ini akan selesai pembebasan lahan untuk jalan tol samarinda bontang, dan akan selesai di tahun 2024. Itu sebagai penunjang untuk memfasilitasi daerah penyangga ibukota baru, ekonomi akan bangkit dan penyerapan tenaga kerja,” tegasnya
Pewarta Lutfi













































