Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda memberikan bantuan uang tunai dan sembako kepada 3 ribu guru honorer dan tenaga kependidikan di Auditorium 22 Dzulhijjah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Jalan HAM Rifaddin Samarinda, Rabu (30/11/22).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya kepada Baznas Samarinda yang menyalurkan bantuan langsung ekonomi dan advokasi dakwah bagi para guru honorer di wilayah Kota Samarinda yang bersumber dari dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) yang dikelola oleh Baznas Kota Samarinda.
“Atas nama pribadi dan pemerintah kota Samarinda, mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada Baznas Provinsi Kaltim dan terkhusus Baznas Kota Samarinda, yang memberikan perhatian kepada para guru dan tenaga Pendidikan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan selalu membawa berkah,” tuturnya.
Menurutnya, para tenaga guru honorer dan tenaga pendidik layak untuk menerima bantuan, karena termasuk kelompok pejuang pendidikan, yang memegang tonggak utama pembangunan bangsa secara berkelanjutan. Pendidikan juga merupakan salah satu indikator utama yang dapat menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Untuk itu di sinilah pentingnya perhatian dari semua pihak dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan para tenaga guru ini, sehingga dalam melaksanakan tugas pendidikan dapat dilakukan secara maksimal,” ungkapnya.
Orang nomor satu Samarinda ini menuturkan, pihaknya telah mengimbau agar seluruh ASN dan perangkat daerah untuk menyalurkan zakatnya ke Lembaga pemerintah non struktural yakni Baznas kota Samarinda.
“Berulang kali di setiap kegiatan, OPD saya minta untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas, sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengurusi ZIS. Peruntukannya juga Kembali ke masyarakan kota Samarinda,” kata Andi Harun.
Dalam sambutannya, Ia mengulas tentang peran amil zakat di zaman Rasulullah. Di zaman Rasulullah dan para sahabat, pemungutan dan pengelolaan zakat diserahkan pada amil yang mendapat wewenang penuh dari Rasulullah. Mereka bertugas mencatat kaum Muslimin yang wajib mengeluarkan zakat dan mendistribusikan zakat tersebut kepada mereka yang berhak.
“Pada zaman Rasulullah masalah pengelolaan zakat walaupun dalam bentuk yang sederhana namun pengelolaan zakat pada masa itu dinilai berhasil. Karena amil pada waktu itu adalah orang-orang yang amanah, jujur, transparan dan akuntabel,” kisahnya.
Dirinya juga meminta agar para penerima manfaat menyebarkan siar kepada masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya ke Baznas Samarinda.
“Saya juga telah meminta kepada perusahaan daerah dan swasta serta pengusaha yang ada di kota Samarinda untuk menyalurkan ZIS nya ke Baznas,” tambahnya.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan Zakat, infak dan sedekah dari ASN yang berada di bawah naungan dinasnya telah menyalurkan zakatnya ke Baznas Samarinda.

“Kalau kami selama ini sudah melakukan itu, dan kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Baznas Samarinda. Kan nanti hasilnya akan kembali ke masyarakat juga, contohnya hari ini,” ujar Asli.
Ada sejumlah 7,400-an guru honorer dan tenaga kependidikan yang terdata di Disdik Samarinda.
“Hari ini Baznas menyalurkan bantuan untuk 3ribu guru honorer, nah untuk sisanya yang belum mendapatkan tahun ini, akan dimasukkan di program berikutnya,” tambahnya.
Acara santunan kepada 3ribu guru ini juga dihadiri oleh 2 pimpinan Baznas Republik Indonesia (RI), yakni Prof. H. M. Nadratuzzaman Hosen dan KH. Achmad Sudrajat.
Pimpinan Baznas RI, Prof. H. M. Nadratuzzaman Hosen dalam sambutannya mengatakan pentingnya zakat, infak dan sedekah bakal terasa manfaatnya bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga kepada orang yang sangat membutuhkannya. Olehnya itu, Ia meminta wali kota Samarinda untuk mengeluarkan regulasi yang mewajibkan berzakat, infak dan sedekah ke Baznas kota Samarinda.
Hal senada disampaikan KH. Achmad Sudrajat saat menyampaikan mauidzhoh hasanah dan do’a, Adapun tujuan berzakat bukan hanya sekadar menunaikan kewajiban, tetapi juga untuk membersihkan harta, menyucikan diri, serta berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.
“Berzakat kepada mereka yang membutuhkan merupakan satu di antara pilar agama Islam. Setiap muslim pasti berusaha melaksanakan amalan ini dengan tujuan melengkapi kewajiban yang diamanatkan oleh agama,” tuturnya.

Dengan membayar zakat, atau bisa disebut sedekah, seseorang sudah menunjukkan keimanan kepada Allah Swt. Sebab, dengan berzakat kamu tidak mengharapkan imbalan duniawi melainkan ketenangan hati dan pahala dari Allah Swt.
Ketua Baznas Samarinda, Widyasmoro Eko Prawito mengucapkan terima kasih kepada para Muzakki dan ASN yang telah menyalurkan zakat,infak dan sedekahnya ke Baznas Samarinda.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesarnya dan setingginya kepada para donator, para muzakki dan semua pihak yang telah menyalurkan ZIS nya ke Baznas, pihak perbankan, segenap pihak yang membantu kegiatan ini,” tuturnya.
Salah satu penerima manfaat, guru SMP IT Tursina, Tanah Merah, Nuraeni merasa senang mendapatkan bantuan dari Baznas kota Samarinda.
“Alhamdulillah apa yang kami terima ini sangat bermanfaat, kami berharap agar ke depannya lebih ditingkatkan lagi. Dan semoga pengurus Baznas dan pemerintah kota diberi Kesehatan dan selalu menjaga amanahnya, aamiin,” ungkap Eni sapaannya.














































