Sangatta, linimasa.co – Tingginya curah hujan mengguyur sejak Jum’at (18/03/22) hingga Minggu (20/03/22) mengakibatkan dua kecamatan di Kutai Timur, Sangatta Selatan dan Sangatta Utara terendam banjir.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kutai Timur dan LAZISMU Kabupaten Kutai Timur menurunkan tim untuk membantu evakuasi warga, melakukan distribusi logistik dan membagikan makanan bagi warga Sangata.
Ketua Pimpinan Cabang IMM Kutai Timur, Kevin Prayogo mengatakan terdapat hamper 4 ribu Kepala keluarga atau sekira 16 ribu jiwa yang terdampak banjir dan 1 orang diantaranya meninggal dunia.
“Kami membuat posko bantuan Muhammadiyah yang berada di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kutai Timur, saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan evakuasi dan distribusi makanan karena banyak masyarakat yang terjebak di dalam rumah,” ujarnya.

Kendati posko dibuka sejak hari kedua banjir, akses logistik dari beberapa daerah yakni bantuan dari Kota Bontang dan Samarinda sempat terputus.
“Setiap harinya kami mendistribusikan makanan dan membantu evakuasi masyarakat, namun saat ini kami terkendala di logistik untuk dapur umum yang ada di kantor Muhammadiyah karena akses logistik yang menuju Sangata terputus, namun kami tetap menyediakan makanan semampu kami,” Tutur Kevin
Sementara, Ketua DPD IMM Kaltim Muhammad Idil mengatakan beberapa posko pengungsian untuk warga terdampak banjir telah dibuka. Untuk Sangatta Selatan di Masjid Babussalam, BPU Desa Sangatta Selatan, Puskesmas Sangatta Selatan, SD 01 dan 02 Sangatta Selatan, Terminal umum KM 3, SMK Singa Geweh, dan Rumah RT 02 Sangatta Selatan.
“Kami bekerjasama dengan berbagai pihak membuka dapur umum dan posko pengungsian di beberapa tempat, di Sangatta Utara di Masjid Agung Al Faroq, Gedung Dakwah Muhammadiyah, Gor Swarga Bara,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, untuk mempermudah alur logistic dari daerah sekitar, pihaknya bekerja sama dengan Angkatan Laut untuk memfasilitasi transportasi laut dari Kota Bontang ke Kutai Timur.
“Relawan yang berasal dari luar daerah dapat masuk dan mengirim bantuannya melalui pelabuhan Tanjung Laut di Kota Bontang,” tutur Idil.
Ia telah menginstruksikan ke semua kader IMM Kalimantan Timur untuk melakukan penggalangan dana dan meminta tambahan relawan di masing-masing Kabupaten Kota untuk merespon cepat situasi terkini di Sangatta.
“Kita berdoa bersama mudah-mudahan banjir segera surut agar masyarakat Sangatta bisa beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya.














































