KUTIM – Sebanyak 350 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 11 kecamatan di Kutai Timur (Kutim) mengikuti Workshop Pengembangan Kompetensi Guru yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kutim di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan bertema “Mengajar Lebih Bermakna: Membangun Kompetensi Guru dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam” ini menjadi ruang penguatan kapasitas pendidik sekaligus ajang berbagi pengalaman antar guru dari berbagai wilayah, baik perkotaan maupun pedalaman.
Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pembelajaran. Ia mengakui adanya perbedaan sarana antara sekolah di wilayah kota dan pedalaman, namun menurutnya kondisi tersebut justru menjadi tantangan untuk menghadirkan inovasi.
Ia mendorong para guru di daerah terpencil untuk memanfaatkan potensi lingkungan dan sumber daya alam sekitar sebagai media belajar yang kreatif dan kontekstual. Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran tetap dapat berjalan efektif dan bermakna bagi anak didik.
Selain itu, Siti Robiah mengapresiasi kemandirian HIMPAUDI Kutim dalam menyelenggarakan workshop secara swadaya. Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim dapat terus memperluas dukungan pembinaan yang merata bagi seluruh pendidik PAUD, termasuk guru Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), maupun Satuan Kegiatan Belajar (SKB).
Menurutnya, guru merupakan aset strategis dalam membentuk masa depan daerah. Setiap ilmu yang diberikan kepada anak didik memiliki nilai jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Kutim.
Workshop ini menghadirkan narasumber Kak Fafa dan mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya PT KPC dan PT PDAM. Dukungan tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat kapasitas organisasi profesi guru serta meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kutim. (adv)














































