SMK Medika Samarinda Siapkan Calon Tenaga Kerja Caregiver ke Jepang. Satu dari 10 penerima program CoE se-Indonesia.
Samarinda, linimasa.co – Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada September 2020 lalu mengadakan launching Pelatihan Calon tenaga Kerja Caregiver ke Jepang, hal itu didasari upaya untuk menyiapkan tenaga Caregiver (Pendamping Lansia) lulusan SMK untuk bekerja di Jepang dengan visa kerja Tukutegino/Spesified Skill Worker (SSW).
Dalam program pelatihan tenaga kerja ini, menyiapkan alumni SMK pada Bidang Keahlian Kesehatan, untuk bidang Bahasa dan Budaya Jepang serta kompetensi Caregiver. Pelatihan ini melibatkan beberapa lembaga pelatihan, antara lain Koba Mirai Japan. Peserta pelatihan akan mendapatkan dua sertifikat sekaligus, yakni Sertifikat Bahasa Jepang setingkat N4 dan Sertifkat Kompetensi Teknis Caregiver/Careworker dari Prometric, yang keduanya merupakan syarat utama untuk bekerja di Jepang.

Program CoE (Center of Excellence) merupakan program dari Direktorat SMK Kemendikbud yang diluncurkan pada Juli 2020 lalu sebagai upaya menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Kejuruan, yang mana salah satu amanatnya adalah revitalisasi SMK secara komprehensif untuk menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan serta dinamika perkembangan nasional maupun global.
Satu dari 10 Sekolah se-Indonesia
SMK Medika Samarinda merupakan salah satu sekolah kejuruan yang dipercaya menjadi Center of Excellence (CoE), dan mengikutkan 35 orang siswanya untuk mengikuti program Caregiver tersebut
Menurut Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, pihaknya telah menyiapkan 35 orang siswanya untuk mengikuti program pelatihan dan pembinaan caregiver selama 3 sampai 4 tahun ke depan.
“Kami telah mengundang sensei (guru) Bahasa Jepang agar bisa mendidik siswa untuk menguasai bahasa Jepang. Prioritas program ini adalah Lulusan SMK Kesehatan (kompetensi Keahlian perawat Kesehatan, Keperawatan Sosial dan Pekerja Sosial/Social Worker),” ungkapnya
Lebih lanjut, Mus Mulyadi menjelaskan kemampuan bahasa tersebut akan ditingkatkan untuk mencapai sertifikat dari Japan Foundation untuk kemampuan Bahasa Jepang selevel JLPT N4 atau setara JFT Basic A2 dan memiliki sertifikat lulus Skill Exam Careworker dari Prometric yang akan ditempuh melalui pelatihan
“Dari 10 sekolah se Indonesia, SMK Medika adalah salah satu penerima bantuan program ini. Jadi kami berusaha melakukan persiapan yang sangat matang agar nantinya anak didik kami bisa berhasil di dunia kerja. Bukan hanya di dalam negeri tapi go internasional,” harap pria yang karib disapa Mus ini
Mus juga berharap ke depan siswa SMK Medika Samarinda yang berminat bekerja ke luar negeri akan disiapkan sejak kelas X dan XI
“Tentunya kami akan fokus kepada penguatan Bahasa dan budaya negara yang akan dituju sehingga saat lulus SMK bisa langsung bekerja sesuai dengan skill yang mereka dapatkan di sekolah,” tambahnya
Terpisah, menurut Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Dwi Ananto, tenaga Caregiver pada masa pandemic ini justru banyak dibutuhkan, karena banyak lansia tidak dimungkinkan bepergian dan membutuhkan pedamping untuk aktivitasnya. Terlebih lagi di Jepang, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas lansia mempunyai kebutuhan sebanyak 60.000 tenaga selama 5 tahun.
“Untuk tahun 2020 ini, kebutuhannya sebanyak 1.200 tenaga Caregiver melalui visa kerja/ Tekutugino. Semuanya dengan penghasilan yang menggiurkan.” Ungkapnya dikutip dari SWA
Untuk informasi, SMK Medika Samarinda, sekolah swasta yang berdiri sejak tahun 2010 membebaskan siswanya dari biaya SPP, uang praktek dan uang Gedung. Selain biaya sekolah gratis, Sekolah yang memiliki dua lokasi ini beralamat (Kampus 1) di Jalan Padat Karya No. 46 C Bengkuring luar dan (Kampus 2) Jalan Lai No. 04 Vorvo Samarinda ini juga memberikan seragam gratis bagi peserta didiknya. (*as)













































