Samarinda, linimasa.co – Lalu lintas yang padat setiap hari membuat proyek pengerjaan drainase atau saluran air di Jalan S Parman (eks Jalan Ruhui Rahayu) terkendala dalam hal percepatan penyelesaian.
Meski begitu, Wali Kota Samarinda H Andi Harun menegaskan progres pembangunan drainase sampai saat ini berjalan maksimal.
“Tinggal beberapa meter lagi proyek drainase tersambung dengan crossing di simpang empat Lembuswana. Proyek ini dalam pengerjaannya harus disesuaikan dengan tutup buka lalu lintas,” ujar Andi Harun saat melakukan peninjauan kepada proyek drainase tersebut Selasa (1/11/2022) siang tadi.
Menurut orang nomor satu di Kota Tepian itu, pembangunan drainase hanya terkendala kondisi sekitar mengingat Jalan S Parman berada di pusat kota sehingga lalu lintas kendaraan mempengaruhi pengerjaan.
“Kami tidak bisa menutup jalan sekaligus, jadi proyek ini harus tetap jalan tanpa mengganggu lalu lintas, tetapi tetap on progres, hari ini selain meninjau proyek ini kami juga ingin melihat sisi apa lagi yang harus dibenahi disekitar simpang empat Lembuswana nanti,” sebut Andi
Dalam tinjauan tersebut, Andi Harun membawa Sekretaris Daerah Hero Mardanus, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyakt (PUPR) Desi Damayanti, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Beppedalitbang) Ananta, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibrahim, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Hambali Israni dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Julia Noor.
Dijelaskan Andi Harun, drainase di Jalan M Yamin juga harus dibenahi dan ditargetkan tahun depan pelebaran parit yang berada di pinggir jalan hingga sampai tanjakan di Pengadilan Tinggi bisa dilakukan.
Di kawasan tersebut Pemkot Samarinda akan melakukan pembenahan, baik kedalaman parit dan pelebarannya maupun masalah elevasi sekitar anjungan tunai mandiri dan di jalan keluar simpang Lembuswana.
“Kami akan benahi tahun depan elevasinya,” sebutnya.
Proyek pembangunan drainase yang dilakukan saat ini masuk dalam (Monitoring Center For Prevention (MCP) atau proyek yang diawasi oleh KPK dan lain sebagainya.
“Ada 10 kegiatan Pemkot yang di awasi MCP diantaranya pekerjaan pengendalian banjir di Simpang Empat Lembuswana ini. Proyek selesai dalam tahun ini dan ada pembenahan tambahan pada anggaran 2023,” sebutnya.














































