Samarinda – Meningkatkan minat baca dan literasi sejak dini bukan hal yang mudah, namun bukan pula hal yang sulit dilakukan. Hal ini terbukti dengan adanya kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Samarinda dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Samarinda Ilir, terkait sinergi dan pengembangan literasi di Sekolah.
Penandatanganan MoU berlangsung pada acara Launching Buku Antologi karya murid dan Kepala Sekolah SDN 007 Samarinda Ilir, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Jum’at (25/11/22) lalu.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Erham Yusuf, mengatakan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan siapa saja untuk berkomitmen meningkatkan literasi dalam ruang dan tempat dimana saja.
“Kita punya komitmen bersama dalam upaya memajukan kegiatan literasi, baik di sekolahan maupun di sini (Perpustakaan),” ucap Erham.
Ia mengatakan MoU tersebut sebagai pengikat komitmen antara pihak Dispursip dengan pihak SDN 007 Samarinda Ilir dalam rangkaian pengembangan kegiatan literasi baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan dinas sendiri.

“Kedepan saya akan dukung dengan menghadirkan mobil Perpustakaan. Kalau mereka ya kita harapkan support dengan menjadwalkan siswanya ke perpustakaan,” jelasnya.
“Disana juga ada Perpustakaan, nanti secara intensif kita lakukan pendampingan dan pembinaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso mengapresiasi kegiatan literasi dan launching buku antologi karya siswa dan kepala sekolah. Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan semangat literasi, semangat membaca dan menulis bagi siswa siswi lainnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda saya mendukung acara Lounching buku Antologi karya Kepala Sekolah SDN 007 beserta siswanya pada hari ini, teriring harapan angka minat baca dan melek literasi pada masyarakat Kota Samarinda akan meningkat. Ada lima tingkatan literasi, mulai bisa baca tulis, hitung, dan pembentukan karakter di tingkat SD hingga tingkat teratas menjadi produsen,” tutur Rusmadi saat membuka acara tersebut.
Dirinya pun berharap agar sekolah-sekolah lain bisa menyusul dalam membuat karya berupa karya tulis dan literasi yang membangun untuk meningkatkan giat baca masyarakat khususnya generasi muda tingkat Sekolah Dasar.
“Semoga akan ada kegiatan serupa dari sekolah sekolah lain yang ada di Samarinda,” harapnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SDN 007 Samarinda Ilir, Sri Mulyati. Diperlukan kedisiplinan dan ketekunan dalam membuat sebuah karya.
“Kami sering menekankan kepada anak didik untuk belajar menulis, dalam bentuk apapun, dimulai dari cerita dan pengalaman sendiri, dapat dirangkai dengan kalimat dan bahasa mereka. Sehingga mereka terbiasa mencurahkan pikirannya dalam bentuk tulisan,” tutur Sri.
Ia pun berharap agar pemerintah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi fasilitator dalam menampung karya mereka.
“Kami berharap agar karya anak didik kami memiliki wadah dan menjadi bahan bacaan di perpustakaan, sehingga dapat memberikan inspirasi bagi peserta didik lainnya untu berkarya,” harapnya.
Pewarta Audric














































