Tenggarong– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelontorkan anggaran senilai Rp3 miliar pada tahun 2022 ini untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks permukiman Tanjung.
Dana yang dipakai berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2022. Selanjutnya menggunakan anggaran 2023 mendatang dengan perkiraan biaya sebesar Rp16 miliar.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin menuturkan selama ini stigma masyarakat mengenai eks tambang mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Sehingga pihaknya berkomitmen pemerintah menyulap Tenggarong menjadi kawasan wisata unggulan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan lahan pasca tambang menjadi lahan produktif.
Selain itu pemanfaatan RTH ini untuk mengakomodir para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), panggung pertunjukan, kantong parkir, dan kelengkapan lainnya.
“Sudah kita anggarkan di anggaran murni tahun depan (2023),” ujarnya.
Kawasan eks permukiman yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro ini diharapkan mampu memulihkan perekonomian warga setempat dan mendongkrak pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tentu kami memprioritaskan pengembangan perekonomian masyarakat, itu tujuan utama kita,” sebutnya.
Lebih jauh Rendi menyebutkan, progres pembangunan RTH yang berada di Kelurahan Panji, Tenggarong tersebut sudah mencapai 67 persen.
“Informasi dari inspektorat rampung akhir Desember nanti,” bebernya.
Kendati demikian, ia mengakui dengan APBD Perubahan yang digunakan tidak cukup untuk menyelesaikan semua pembangunan. Hanya untuk tahap pertama, yaitu pengerjaan ruang terbuka hijau, panggung, dan kelengkapan lainnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wisnu Whardana menuturkan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Ia berharap kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu mensukseskan pembangunan RTH ini.
“Apalagi ini keinginan Bupati memaksimalkan lokasi yang bisa jadi sentra UMKM,” ungkapnya.
Pewarta Mira














































