Bontang, linimasa.co – Dengan mengangkat tema revitalisasi sektor-sektor ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat, Pemerintah Kota Bontang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bontang untuk tahun 2022.
Sejauh pantauan awak media, kegiatan yang digelar ditengah pandemi, Selasa (30/3/2021) di pendopo rumah jabatan Wali Kota dilaksanakan menggunakan dua sistem. Yaitu melalui daring dan luring.
Dalam Musrenbang ini turut dihadiri 200 orang dari seluruh pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur DPRD Bontang, Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah, akademisi, Kepala OPD, tokoh masyarakat, perwakilan dunia usaha, stakeholder, dan undangan lainnya.
Hadir ditengah-tengah Musrenbang, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengungkapkan bahwa seluruh program menjadi prioritas. Baik itu program OPD terkait, program visi misi Wali Kota maupun aspirasi DPRD Bontang.
“Semua jadi sekala prioritas. Baik itu aspirasi dari DPRD Bontang sendiri maupun dari Wali Kota,” ucapnya pada awak usai kegiatan.
Adapun total keseluruhan usulan hasil Musrenbang OPD terkait adalah sebanyak 293 usulan serta hasil reses dan Rapat Dengar Pendapat DPRD Bontang 497 usulan.
“Nah, sisanya dibagi untuk anggaran wajib seperti pendidikan 20% kesehatan 10% inspekotrat 0.75% dan yg pasti belanja pegawai tidak boleh lebih dari 50%. Sisa 20% itu lah nanti yang akan dibagi untuk skala prioritas yg ada,” jelasnya.
Meski terbatasanya anggaran APBD 2022, politisi asal Golkar ini mengatakan akan berusaha untuk memaksimalkan sebaik mungkin agar seluruh program yang telah diajukan akan terealisasi.
“Yang pasti pak Wali akan memasukan programnya lebih dulu. Kami sebagai wakil rakyat tentu akan mendukung agar semua program terlaksana,” tegasnya.
Pewarta Lutfi














































