KUTIM – Sebanyak 234 siswa SMPIT Daarussalaam mengikuti Khotmil Quran dan Imtihan Tahfidz yang digelar di Ruang Akasia Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi terbuka atas capaian pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi, mulai dari kategori Tartil, Turjuman, hingga hafalan juz 1 sampai 30.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, Sekretaris Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam Sangatta Nanang Supriyadi, Manager Area Ummi Foundation Kalimantan Timur Ustaz Abdul Malik, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Kepala SMPIT Daarussalaam Cahril Sasmita, serta para orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Muslim Daarussalaam beserta seluruh tenaga pendidik yang dinilai konsisten membina generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga harus tercermin dalam sikap, adab, dan perilaku sehari-hari.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam proses pendidikan. Ia berpesan kepada para pengurus yayasan dan guru yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) agar meluruskan niat dalam mendidik serta menjadikan pembinaan Al-Qur’an sebagai amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Manager Area Ummi Foundation Kalimantan Timur, Ustaz Abdul Malik, menyampaikan penghargaan atas keberhasilan sekolah mewisuda ratusan siswa dalam uji publik tersebut. Ia menilai capaian itu mencerminkan komitmen kuat SMPIT Daarussalaam dalam menjaga mutu pembelajaran Al-Qur’an berbasis Metode Ummi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Ummi Foundation berencana memproyeksikan SMPIT Daarussalaam sebagai sekolah model di Kalimantan Timur. Dalam waktu dekat, asesmen penilaian akan dilakukan sebagai bagian dari proses penetapan status tersebut. Dukungan dari seluruh unsur sekolah dan yayasan diharapkan dapat memperkuat sistem mutu yang telah berjalan.
Kepala SMPIT Daarussalaam, Cahril Sasmita, menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa. Ia menegaskan bahwa kegiatan Khotmil Quran dan Imtihan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi para siswa, khususnya kelas IX, adalah menjaga hafalan ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik di pesantren, sekolah Islam terpadu, maupun sekolah negeri. Ia menekankan bahwa keberhasilan sejati terletak pada kemampuan menjaga dan mengamalkan hafalan dalam kehidupan sehari-hari.
Cahril juga menyampaikan terima kasih atas dukungan orang tua dalam proses pembinaan serta berharap sinergi tersebut terus terjaga. Ia optimistis SMPIT Daarussalaam akan terus konsisten mencetak generasi Qurani yang berprestasi, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. (adv)














































