KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan arah pembangunan daerah hingga 2027 akan difokuskan pada dua sektor strategis, yakni penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, sebagai bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim 2027.
Ardiansyah menjelaskan, kedua sektor tersebut dipilih sebagai prioritas utama agar pembangunan yang dijalankan lebih terarah serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai, ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kondisi infrastruktur di Kutim saat ini masih belum merata, khususnya di wilayah pedalaman. Sejumlah kebutuhan dasar seperti jalan, jembatan, drainase, hingga fasilitas perkantoran desa dinilai masih perlu pembenahan dan peningkatan kualitas.
Ia menargetkan, secara bertahap persoalan infrastruktur dasar dapat diselesaikan dalam periode lima tahunan. Pemerintah daerah menaruh harapan bahwa pada akhir masa jabatan, sekitar 60 persen wilayah Kutim telah memiliki infrastruktur yang lebih layak dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ardiansyah menekankan, perbaikan akses jalan dan jembatan akan membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan mobilitas warga. Dengan demikian, daya dukung ekonomi masyarakat diharapkan semakin kuat dan merata.
Selain pembangunan fisik, peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian serius. Upaya tersebut mencakup penguatan sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan publik yang lebih optimal.
Sebagai langkah konkret menuju target RPJMD 2027, Bupati menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan pelaksanaan program kerja tahun 2026 secara terukur dan terarah. Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada sinergi dan fokus seluruh perangkat daerah dalam merealisasikan program prioritas yang telah ditetapkan. (adv)














































