Kutai Kartanegara— Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui peluncuran Gerakan Pegiat Daur Ulang Kukar yang dibarengi dengan pembukaan Festival Produk Daur Ulang 2024. Kegiatan ini dipusatkan di Taman Tanjong, Tenggarong, pada Minggu (30/11), dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kukar, H Sunggono, mewakili Bupati dan jajaran Pemkab.
Festival yang berlangsung sehari penuh tersebut tidak hanya menampilkan berbagai hasil kerajinan dari limbah rumah tangga dan industri, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring komunitas penggerak pengolahan sampah. Festival dihadiri oleh Camat Tenggarong Sukono, Camat Sebulu Edy Fachruddin, Plt Kadis Perindag Sayid Fatullah, Kabag Prokompim Ismet, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Sebelum pembukaan, Sekda bersama rombongan melakukan peninjauan ke stand-stand pameran yang menampilkan berbagai produk berbahan dasar sampah. Tampak berbagai inovasi seperti pot bunga berbahan plastik bekas, kotak tisu dari limbah kertas, hingga produk dekoratif yang memanfaatkan limbah tekstil dan kerajinan rumah tangga lain.
Menurut Sunggono, karya-karya tersebut mencerminkan kreativitas masyarakat Kukar yang semakin matang dalam mengolah sampah menjadi barang bernilai. “Kegiatan ini bukan sekadar festival, melainkan bukti bahwa masyarakat memiliki potensi besar dalam industri kreatif berbasis lingkungan,” ujarnya.
Sekda juga menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya program One Village One Product (OVOP) yang mendorong setiap desa mengembangkan produk unggulan sesuai potensi lokalnya. Ia berharap produk daur ulang dapat menjadi salah satu komoditas yang dipertimbangkan desa-desa di Kukar sebagai produk unggulan baru.
“Tidak semua desa harus mengembangkan hal yang sama. Justru keragaman produk daur ulang akan menunjukkan kekayaan kreativitas masyarakat kita,” tutur Sunggono.
Festival tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Tenggarong, pelajar, kelompok perajin, serta komunitas peduli lingkungan yang hadir sejak pagi hingga sore hari.














































