Bontang, linimasa.co – Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Ika Unhas) berlangsung sengit namun penuh dengan keakraban dan kekeluargaan. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula 3 Dimensi Pemerintah Kota Bontang, dimulai sejak pukul 09.00 WITA. Sabtu (19/06/2021).
Steering committe (SC) yang dipimpin oleh Abdul Zain membacakan tata tertib sidang dan aturan yang akan dijalankan saat Musda berlangsung. Tanggapan beragam dari peserta pun muncul, terutama terkait kriteria calon ketua. Salah satu peserta, Heryani mengusulkan agar kriteria kandidat ketua perlu dipertegas.
“Agar jika nantinya memimpin, mampu membawa Ika Unhas hidup dan berjalan sesuai dengan visi misinya,” ungkapnya
Sementara itu peserta lain, Ahmad Syahir, menginginkan agar semua anggota berhak dipilih dan memilih sesuai dengan yang tertuang dalam anggaran dasar dan rumah tangga.
“Saya berharap agar semua anggota berhak mencalonkan diri sebagai ketua, tanpa membatasi hak-hak anggota,” ujarnya.
Sementara itu ketua panitia Musda, Agus Muhammad Arsyad, mengatakan eksistensi organisasi diperlukan dalam bergerak dan beradaptasi seiiring perkembangan dunia yang kian eksponensial.
“Untuk itu tema kali ini adalah Sinergitas alumni Unhas dalam jalinan pembangunan kota Bontang,” ungkap Agus
Usai sidang diskorsing selama 15 menit, akhirnya dua nama kandidat pun muncul yakni Yuniarti Arbain dan Arianto Baharuddin setelah sebelumnya muncul 3 nama yang terjaring mengundurkan diri.
Pemungutan suara pun dilaksanakan dan akhirnya Yuniarti Arbain meraih suara terbanyak 29 suara dari 49 peserta dan ditetapkan sebagai ketua terpilih Ika Unhas Bontang periode 2021-2025.
Menurut Yuyun, dirinya berharap Ika Unhas ini selain menjadi wadah untuk bersilaturahmi dan komunikasi juga kedepan organisasi ini bisa memberikan kontribusi pemikiran yang besar untuk Bontang.
“Ika Unhas harus bisa memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan di Bontang dan Kaltim pada umumnya. Saya yakin semua pengurus memiliki pemikiran yang cerdas dan bisa menjadi partner pemerintah dalam pembangunan,” ujar perempuan pertama yang memimpin Ika Unhas Bontang yang karib disapa Yuyun.
Dirinya juga berharap agar segera kedepannya Ika Unhas dapat memiliki sekretariat tetap sehingga menjadi wadah kumpulnya pengurus dan anggota selain untuk silaturahmi juga sebagai wadah merumuskan segala hal yang mendukung visi misi Ika Unhas di Bontang.
“Insyaallah ke depan kita harus ada sekretariat dan roda organisasi harus berputar sehingga dapat mencapai tujuan organisasi,” ungkap direktur Rumah Sakit Amalia ini.
Musda ini dihadiri juga oleh Kordinator wilayah Ika Unhas Kaltim, Sofyan Hasdam, ketua Ika Unhas periode 2017-2021, dr. Bahaudin, sekretaris daerah kota Bontang, Aji Erlinawati, serta alumni Unhas dari berbagai angkatan.














































