Bontang, linimasa.co – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Bontang, Kalimantan Timur, mulai menggelar uji coba sekolah tatap muka. SDN 009 Bontang Utara salah satunya.
Tidak semua kelas mulai masuk sekolah, hanya siswa Kelas Vl SD yang mengikuti simulasi tersebut.
“Gak semua. Kelas Vl saja. Itu karena mereka sedang ujian,” kata Saipullah, Kepala Sekolah SD 009 Bontang Utara kala disambangi awak linimasa.co di ruangan kerjanya, Senin (5/4/2021) pagi.
Penerapan protokol kesehatan saat ujian di sekolah dilaksanakan secara ketat, yaitu siswa wajib memakai masker, kemudian saat memasuki area sekolah dilakukan pengecekan suhu badan. Para siswa diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di air mengalir dan menggunakan sabun sebelum masuk kelas.
Di samping itu, Saipullah menambahkan bahwa siswa diwajibkan membawa hand sanitizer pribadi meskipun di sekolah juga menyediakan hand sanitizer di setiap kelas.

“Jadi, siswa pukul 07.30 sudah harus di sekolah. Untuk melakukan segala rangkaian protokol kesehatan. Nah pukul 08.00 baru masuk kelas dan melakukan ujian,” jelas Saipullah.
Dalam uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini, dilaksanakan tiga kali dalam seminggu , 5 – 7 April 2021 dengan durasi dua jam. Dimulai pukul 08.00 – 10.00 Wita, yang mana masing – masing dengan tiga mata ujian.
“Hari ini mata ujian Bahasa Indonesia, besok dan lusa disusul dengan Matematika lalu IPA,” serunya.
Diketahui, hanya 3 mata ujian yang dilakukan dengan PTM. Sisanya akan digelar secara daring.
“Untuk mata ujian lainnya seperti PKN, Agama, dan IPS dilakukan secara online,” imbuhnya.
Sejauh pantauan awak media dilapangan, tak hanya siswa kelas VI SDN 009 yang mengikuti ujian sekolah, namun turut tergabung dalam gedung tersebut siswa SDN 011 Bontang Utara.
“Untuk mempermudah ujian tiap tahun memang siswa kami tergabung dengan sokolah yang ada di darat. Kebetulan tahun ini disini,” ucap paujiah, Kepala Sekolah SDN 011.
Diketahui, letak sekolah SDN 011 Bontang Utara ini terletak di wilayah pesisir, tepatnya di Pulau Gusung. Wanita yang berdomisili di Kelurahan Loktuan tersebut memaparkan, bukan tanpa sebab pihaknya mengambil keputusan untuk melakukan ujian sekolah di darat. Banyak kendala yang dihadapi. Mulai dari teknis hingga tak menentunya cuaca.
“Pengalaman dari sebelumnya, kadang kan ada aja pengawas yang takut naik kapal, terlebih kendala tiba-tiba mesin macet ditengah perjalanan kan menguras waktu juga,” sambungnya.
Agar datang tepat waktu, Paujiah menyuruh siswanya agar mempersiapkan diri mulai pukul 05.30 Wita. Bermodalkan kapal dan mobil sebagai transportasi jarak yang ditempuh 20 hingga 30 menit.
“Ya, alhamdulillah aja kami punya kapal. Pokok jam 06.30 anak – anak sudah disini, itu pun paling lambat. Kami ambil jam segitu karena tidak bisa pastikan kapal sehat atau gak, ada macet atau gak. Biasanya kan tiba-tiba mogok dijalan, belum lagi kalau hujan,” jelas Paujiah.
Segala upaya telah dilakukan untuk mempersiapkan ujian sekolah. Mulai dari persiapan materi hingga keberangkatan. Paujiah, berharap siswanya dapat mengikuti ujian dengan lancar tanpa halangan.
“Kita, persiapkan memang dari materi-materi yang akan di ujikan. Dan untuk peralatan sekolah juga kami sudah sampaikan ke orang tua agar segera dipenuhi. Kalau untuk masker, face shield, hand sanitizer gak usah dipikirkan. Alhamdulillah, kemarin kita dapat bantuan dari PT. Badak dan Dinas Pendidikan,” tandasnya.
Sekedar informasi, siswa yang mengikuti ujian sekolah berbasis PTM sebanyak kurang lebih 3 ribu siswa dengan 60 sekolah tingkat dasar. Adapun, siswa SDN 009 yang mengikuti ujian sebanyak 75 orang, masing – masing dengan 5 ruangan yang berisikan 15 siswa. Berbeda dengan siswa SDN 011 yang hanya diikuti oleh 10 siswa.
Pewarta Lutfi














































