Samarinda – Perkembangan pelaksanaan proses demokrasi negara dirasa tidak cukup hanya mengandalkan cabang dari kekuasaan asli “the original three brancches” yang di perkenalkan oleh Montesquieu. Pemerintah yang dijalankan oleh kekuasaan kekuasaan Legislatif, eksekutif, dan yudikatif berkembang sejalan dengan permasalahan yang muncul. Pembentukan organisasi atau lembaga civil society bersifat independen seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan beberapa organ gerakan lainya merupakan sumber dari pembangunan kemandirian demokrasi suatu negara.
Dalam lingkup yang mendalam, sangat penting dikaji apakah peran dan fungsi Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berkedudukan sebagai penopang sumber daya Intelektual yang ada. Bahkan lahirnya Forum Komunikasi Alumni (Fokal) pada 25 September 1999 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta adalah salah satu jawaban atas pentingnya keberlangsungan dalam membangun visi gerakan dan komitmen sebagai kader intelektual Muhammadiyah.
Visi gerakan Fokal, tentu tidak hanya menyangkut transformasi kader. Bahkan, proses individuasi kader inilah penting antara kolaborasi ilmu dan hikmah sebagai wujud profil kader. Maka jika Fokal IMM mengisi struktural. Nilai luhur karakter inilah sebagai wujud kinerja kemajuan bangsa nantinya. Fokal IMM yakni kader potensial berjalan sesuai hittah perjuangan Muhammadiyah. Memelihara daya kritis untuk mendorong setiap kader potensial yang memiliki kualifikasi terbaik dapat maju untuk membangun kemajuan gerakan keumatan, bangsa dan persyarikatan merupakan pembangunan Eksistensi gerakan Fokal IMM kedepanya.
Musyawarah Nasional V Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Munas V Fokal IMM 2023) bakal dilaksanakan pada 24-25 Juni 2023 di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Sejumlah nama-nama besar atau tokoh Benua Etam Kaltim yang siap bersaing menjadi anggota Formatur (Kornas Fokal IMM). Nama yang muncul yaitu H Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim, KH Masykur Sarmian merupakan Anggota DPRD Kaltim serta ulama, H Andi Harun saat ini sebagai Wali Kota Samarinda.
“Alhamdulillah kita di Kaltim sudah menetapkan dan mendaftarkan tiga nama untuk masuk di Formatur Koordinator Nasional Fokal IMM atau Kornas Fokal IMM 2023. Yaitu, Kanda Hadi Mulyadi, Masykur Sarmian dan Andi Harun,” ucap Sekretaris Pengurus Fokal IMM Kaltim Mohammad Yuhdi, di Samarinda, Kamis 22 Juni 2023.
Menurut Yuhdi sapaan akrabnya, ketiga nama tersebut tentu tidak asing secara nasional. Semua tokoh nasional di IMM tak ada yang tak mengenal ketiga nama tersebut.
Untuk itu, Pengurus Fokal mendaftarkan kader terbaik IMM asal Kaltim yang diyakini mampu masuk di Formatur Kornas Fokal.
“Alhamdulillah, ketiga nama tersebut bersedia dan mereka semua sudah masuk terdaftar sebagai calon Formatur Kornas Fokal IMM dari 55 peserta yang siap,” jelasnya.
Adapun 55 nama calon yang siap dipilih sudah terdaftar melalui Surat Keputusan bernomor 03/Panlih Munas V/2023 tentang penetapan daftar calon formatur Koordinator Nasional atau Kornas Fokal IMM periode 2022-2027.
“Peluang ini masih sangat terbuka. Tinggal tim yang mengantarkan ketiga nama asal Kaltim kemampuannya mengkonsolidasikan saja yang harus dilakukan. Karena, seluruh nama yang masuk juga tokoh-tokoh pilihan,” ungkapnya.(*)














































