Tenggarong– Sebanyak 1.431 yang tersebar dari 237 kelurahan dan desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan mendampingi masyarakat yang rentang terkena stunting.
Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kukar, Adianur menyebutkan ribuan orang tersebut terbagi menjadi 477 TPK.
Masing-masing tim beranggotakan tiga orang di antaranya bidan, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Keluarga Berencana (KB).
“Seluruh anggota berstatus sebagai relawan yang mengantongi Surat Keputusan (SK) dari pemerintah ditingkat kelurahan atau kota,” ujarnya, Senin (21/11/2022).
Kata dia, ratusan tim ini disebar ke seluruh pelosok Kota Raja untuk mensosialisasikan dan mendampingi masyarakat yang berisiko terkena stunting.
Adinur merincikan tugas TPK tersebut yakni melakukan pendampingan terhadap calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.
Lanjutnya, pihaknya berkomitmen mengentaskan stunting di lingkupnya, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia (RI) yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“2024 mendatang kita ditargetkan menurunkan angka stunting hingga 14 persen,” ungkapnya.
Di daerah yang berseberangan dengan Kota Samarinda ini tercatat sebanyak 80 ribu keluarga terkena rentang terpapar stunting. Di antaranya ibu menyusui, ibu hamil, keluarga kurang mampu, dan tidak memiliki penghasilan tetap.
Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (Balita) akibat dari kekurangan gizi kronis. Sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Adapun untuk mencegah terjadinya stunting yakni mengonsumsi zat besi, asam folat, dan protein ketika hamil. Selanjutnya pemberian Air Susu Ibu (Asi) hingga enam bulan.
Kemudian memberikan makanan yang mengandung vitamin A dan B, menjaga kebersihan makanan, serta memberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang akurat dan tepat waktu.
“Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam aktifitas sehari-hari,” imbaunya. (m)














































