Rangkaian Milad Pemuda Muhammadiyah ke -89, PWPM Kaltim Gelar Tanam Bibit Pohon di Kukar
Kukar, linimasa.co – sejak zaman kolonial Belanda, sekitar 1894, provinsi yang dulu disebut Tanah Borneo ini sudah melakukan ekstraksi pada alamnya sendiri. Melalui pembongkaran minyak dan gas alam dan hingga saat ini terjadi, kekayaan alam terus dikeruk. Hingga hari ini, Kaltim masih mengandalkan perekonomian pada penebangan pohon untuk HTI dan HPH, pengerukan batubara, dan pembukaan perkebunan sawit.
Kaltim mengandalkan eksploitasi sumber daya alamnya sebagai sumber pendapatan. Wajar saja jika hutan di Kaltim mulai berubah menjadi lahan tandus dan kebun sawit. Adanya rencana pemindahan Ibu Kota Negara baru tentu akan menambah populasi penduduk, perumahan dan perkantoran, tentunya akan berdampak pada lingkungan. Untuk itu Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWPM Kaltim) melakukan aksi tanam pohon di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Minggu (30/5/2021)
Ketua PWPM Kaltim, Kusyanto menjelaskan kegiatan penanaman bibit tanaman tersebut bagian dari agenda memperingati hari jadi Pemuda Muhammadiyah yang jatuh pada 2 Mei lalu.

“Ahad, 2 Mei 1932, merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Delapan puluh sembilan tahun lalu lahir kelompok pemuda Islam yang kemudian dikenal dengan nama Pemuda Muhammadiyah. Sebuah kelompok yang diharapkan oleh KH Ahmad Dahlan dapat memberikan pembinaan terhadap pemuda-pemuda Islam,” ujar Kusyanto
Isu lingkungan merupakan hal yang sangat sensitif, bukan hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia akan bersuara jika berbicara tentang lingkungan. oleh karena itu, lanjut pria yang juga kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Satu Samarinda ini, Pemuda Muhammadiyah hadir di Desa Jonggon untuk mengajak seluruh masyarakat, perangkat desa, organisasi pemuda Jonggon untuk bersama kembali menghijaukan desa Jonggon, sebagai bentuk kepedulian masa depan generasi penerus.
“Sudah banyak bencana alam akibat keteledoran manusia yang seenaknya merusak lingkungan. Kita lihat di Kalsel dan lainnya baru-baru ini, akibat galian tambang yang tidak direklamasi menimbulkan tanah longsor, banjir dan juga kekeringan akibat rusaknya alam. Kita tidak ingin hal serupa terjadi di bumi etam ini,” ungkapnya.
Tidak jauh berbeda, Kepala Desa Jonggon Jaya, Muhammad Kholil, mengapresiasi kegiatan Pemuda Muhammadiyah Kaltim. Menurutnya sudah saatnya pemuda bergerak untuk kembali mengembalikan stabilitas alam melalui penghijauan, dengan penanaman bibit pohon.
“Apa yang kita lakukan hari ini, mungkin tidak langsung kita nikmati hasilnya tetapi suatu saat nanti akan terasa dampaknya, akan dirasakan oleh anak cucu kita.” jelasnya dalam sambutan
Kholil menambahkan, dirinya merupakan salah satu anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) angkatan pertama di Kaltim, pernah mengikuti pelatihan dasar, sehingga dirinya paham bagaimana Pemuda Muhammadiyah memiliki kepedulian yang tinggi, bukan hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada lingkungan sekitar.

“Ini adalah hal yang luar biasa menurut saya, karena selain peduli dengan sesama manusia, Pemuda Muhammadiyah juga aktif dalam gerakan lingkungan. Itu sebabnya hingga saat ini saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari organisasi besar ini,” ungkapnya
Sementara, Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup dan Tahura Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Maris dalam sambutannya mengatakan, salah satu bentuk kepedulian pemerintah melalui DLHK Kukar, adalah memberikan suporting kepada setiap masyarakat, baik perorangan maupun organisasi dengan memberikan bibit tanaman.
“Meski jumlahnya tidak begitu banyak, sekitar 500 pohon, tetapi kami selalu mendukung kegiatan penghijauan semacam ini, apalagi dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah yang notabene merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia. Oleh itu kami mewakili DLHK mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas bantuan Pemuda Muhammdiyah yang turut melaksanakan program penghijauan.” jelas Maris dalam sambutannya
Menurut ketua Panitia, Muhadi, kegiatan dilakukan sejak hari Sabtu dan Ahad (29-30 Mei 2021).
“Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari PDPM Samarinda, Balikpapan dan Kukar serta dihadiri oleh perwakilan PWPM Kaltim. InsyaAllah kegiatan selanjutnya kami akan mengadakan webinar dan kegiatan aksi lainnya,” ujarnya
Milad Pemuda Muhammadiyah yang ke-89 ini mengangkat tema “Meneguhkan Pemuda Negarawan.” Hal ini sangat relevan dengan kondisi bangsa yang saat ini mengalami krisis negarawan, selain krisis-krisis lainnya akibat pandemi Covid-19. Diharapkan Pemuda Muhammadiyah mampu memainkan peran sebagai pembawa misi Islam sekaligus beramaliah yang berkemajuan. Kader Muhammadiyah harus memahami ruh dan karakteristik Muhammadiyah yang reformis, moderat, tidak konservatif apalagi ekstrimis, dan mencontoh para pimpinan Muhammadiyah yang bersahaja dan sebagai negarawan. (*)














































