Kutai Kartanegara – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mengungkapkan bahwa sejak Februari 2025, pemerintah daerah bersama kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia melakukan efisiensi anggaran besar-besaran sesuai instruksi pemerintah pusat.
Kebijakan itu berdampak pada tertundanya sejumlah kegiatan yang semestinya dilaksanakan tahun ini, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan. Meski demikian, Rendi memastikan bahwa program-program tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang.
“Hari ini Kukar sama seperti daerah lainnya, menjalankan efisiensi besar-besaran. Banyak kegiatan yang tertunda karena kita diminta melakukan penghematan. Namun tahun depan, program pendidikan dan kesehatan akan kembali dilaksanakan,” jelasnya.
Rendi menegaskan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran daerah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan rakyat. “Kami pastikan anggaran yang ada benar-benar memberi dampak bagi ekonomi kerakyatan dan kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Rendi juga menyinggung keberhasilan program bedah rumah yang dijalankan bersama Baznas Kukar dan BSI sebagai contoh pemanfaatan dana zakat yang efektif. “Dana zakat yang dihimpun dari ASN dan masyarakat kembali lagi untuk kesejahteraan warga Kukar. Ini bukti bahwa kolaborasi zakat produktif bisa memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.














































