Samarinda, linimasa.co – Senyum Bersama Meratus sebagai rangkaian program besar Pos Koordinasi Muhammadiyah Disaster management Center (MDMC) Kalimantan Timur untuk penanganan pemulihan penyintas anak-anak baru saja berakhir. Program yang dilaksanakan (13-19 Maret) dipusatkan di SD Negeri Haruyan Dayak dusun Papagaran desa Patikalain Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dikemas dalam trauma healing ini juga melibatkan tiga relawan dari Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (Kapstra) Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Keterpanggilan kepedulian atas kondisi pasaca banjir bandang di sebagian besar Kota di Kalimantan Selatan mempertemukan Agnur Hafnan Sulthoni, Javas Yola Bhagawanta dan Tuti Rokmawati dari Kapstra UGM menjadi bagian sinergi program dengan MDMC Kalimantan Timur. Berbasis edukasi lapangan yang menggembirakan bagi anak-anak diusung relawan Kapstra UGM. Dimulai dengan senam gembira, berbagai macam permainan dan belajar menulis harapan masa depan menjadikan program selalu disambut antusias oleh para penyintas anak-anak dari mulai pukul 08.00 – 11.00 wita.

Agnur Hafnan Sulthoni salahsatu relawan Kapstra UGM mengatakan, “Sebelum kami ikut terjun bersama MDMC Kaltim ini, Kapstra UGM juga melakukan kegiatan kepedulian terhadap pengungsi Merapi yang berada di Sleman. Banjir bandang di Kalsel menjadi tantangan bagi kami untuk ikut bergabung sebagai relawan kemanusiaan lebih lagi penyintas anak-anak cukup sering kita dapati tidak mendapatkan hak-haknya.”
Sementara itu Machnun Uzni selaku penanggung jawab program psikososial mengatakan, “Kegiatan Senyum Bersama Meratus merupakan langkah awal dalam menggulirkan program trauma healing. 150 Schoolkit yang berisikan tas, alat sekolah dan kaos sebagai hadiah bagi orangtua peserta dibagikan selama kegiatan. Dalam empat hari kegiatan yang dilangsungkan tercatat setiap harinya hadir 95-120 anak-anak mengikuti program ini.”

Disamping dari relawan Kapstra UGM, bergabung pula para relawan lokal dari Balangan, Barabai dan sekitarnnya yang rata-rata berlatarbelakang sebagai mahasiswa.
Ada beberapa catatan penting serta rekomendasi yang nantinya akan diteruskan oleh tim psikososial MDMC Kaltim yang didapatkan dilapangan dari Kapstra UGM maupun Sahabat Misykat Indonesia untuk para pihak pemangku kebijakan.













































