Samarinda, linimasa.co – Setelah mengikuti pelatihan kepemimpinan beberapa minggu di Puslatbang KDOD-LAN, serta mengikuti studi banding ke desa wisata di pulau Jawa, para peserta pelatihan dari berbagai Pemerintah Daerah membuat policy brief dari hasil kunjungannya, policy brief diadakan di Auditorium lantai. 3 dan 4 Puslatbang KDOD LAN, Rabu (9/11/2022)
Adapun jumlah peserta dari pelatihan ini yakni 59 peserta yang berasal dari pemerintah wilayah Kaltim, Kaltara, dan Sulawesi.
Adapun judul policy brief yang disajikan oleh para kelompok pelatihan adalah :
- MENOREH membangun Kulon Progo Sejahtera dan Harmoni
- KOLABORASI DESA WISATA Kabupaten Sleman dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19
- BRANDMU MASA DEPANMU Optimalisasi kampung wisata dalam pemulihan ekonomi pasca Covid-19 di kota Semarang
- INTANPARI mewujudkan kabupaten Semarang surgane Jawa Tengah melalui desa wisata yang adaptif
Penyaji dari Perwakilan kelompok
yang berkunjung ke desa wisata Lerep Kabupaten Semarang, Yuyun Indah yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat mengatakan sektor pariwisata di kabupaten Semarang sangat dimaksimalkan oleh Pemkab Semarang untuk digali potensinya. Saat ini sudah ada 74 desa wisata yang berada di kabupaten Semarang
Dijelaskan lebih lanjut oleh Yuyun, mengembangkan pariwisata perlu menggunakan konsep pentahelix atau multipihak dimana unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan potensi lokal Desa dan kawasan perdesaan. Potensi lokal Desa dan kawasan perdesaan yang tetap mengedepankan kearifan lokal dan bersumber daya lokal.
“Ketika bicara desa wisata rata-rata masih dari inisiatif masyarakat setempat bukan dari bantuan dana pemerintah. Maka dari itu banyak desa wisata yang masih terkendala keterbatasan infrastruktur terkait akses jalan, penunjang sarana dan prasarana” ungkapnya

Perwakilan kelompok lain yang juga memaparkan hasil policy brief, Neni Winahyu yang juga sebagai kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Balikpapan mengatakan Paket Wisata yang mewakili
Branding kota Semarang, Ayo Wisata ke Semarang, menaikkan PAD dari sektor pariwisata sebesar 100 % dengan 5 obyek wisata unggulan
Kemudian dari analisis di lapangan Neni mengungkapkan desa wisata masih didominasi oleh tokoh yang dalam hal ini ketua Pokdarwis, sehingga dikhawatirkan jika terjadi sesuatu hal dan tokoh tersebut tidak lagi dapat mengelola desa wisata tersebut dan akan membuat desa wisata tersebut tidak dapat berjalan secara optimal lagi
“Masih tercentral oleh ketokohan, Maka dari itu diperlukan kelembagaan koperasi yang dapat mempertegas keberadaan desa wisata secara hukum” ungkapnya
Kelompoknya pun memberikan rekomendasi yakni Integrasi semua produk sistem informasi milik Pemkot Semarang yang menunjang sektor pariwisata sebagai tampilan utamanya dan melakukan mapping potensi wisata keberlanjutan
Hadir sebagai penanggap, Muhammad Aswad selaku Kepala Puslatbang KDOD-LAN, ia mengatakan pada PKN TK. II lembaganya ingin fokus pada policy brief, dan ini diharapakan menjadi branding dari Puslatbang KDOD-LAN
“Policy Brief ini melihat pada masalah yang ada dan kemudian ditinjau pada kebijakan – kebijakan yang ada apakah sudah mengakomodir, jika belum ada kita perlu menelaah kebijakannya dan memberi rekomendasi” tuturnya
Lebih lanjut ia mengatakan policy brief sebagai jembatan pemerintah untuk mengambil suatu kebijakan.
Terkait dengan pariwisata Aswad memberikan penjelasan perlu ada dukungan dari semua pihak dan secara bersama-sama saling berkolaborasi baik itu dari swasta, pemerintah maupun masyarakat terutama UMKM
I Wayan Lanang, Dosen Politeknik Negeri Samarinda sebagai penanggap kedua mengatakan kelembagaan sebagai satu masalah dari desa wisata, masih ada ketokohan yang menjadi central dari jalannya desa wisata
“Model kepemimpinan karismatik harus ditransformasi agar keberlanjutan desa wisata dapat berjalan terus menerus, tidak tergantung oleh satu atau dua orang” ungkapnya
Kemudian ia jelaskan perlu perlindungan hak-hak wisatawan terkait keselamatan, safety dan security harus menjadi perhatian pengelola pariwisata, perlu zero accident yang akan menjadi citra baik desa wisata tersebut. Apalagi kita masih dalam kondisi waspada dengan penyebaran virus
Lebih lanjut ia menjelaskan kita butuh anak- anak muda yang mau memajukan desanya dengan inovasi dan kreativitas yang melekat pada identitas anak muda.
“Contoh Di Berau Pulau Besing ada anak muda yang dengan bangganya kembali ke tempat tinggal asalnya untuk memajukan desanya setelah selesai dari menyelesaikan pendidikan sarjana” jelasnya
Kemudian Wayan menuturkan salah satu prinsip dari pariwisata yaitu aksesibilitas dimana dapat dijadikan titik-titik promosi yang harus dibarengi dengan informasi dan pelayanan yang baik. Kemudian prinsip kedua yaitu atraksi dimana ada daya tarik yang dapat menarik minat para wisatawan yang berkunjung














































