linimasa.co – Di era pandemi saat ini kehidupan masyarakat di Indonesia maupun belahan negara lainnya terjadi perubahan yang sangat drastis. Beberapa tahun yang lalu saat kita ingin keluar rumah hanya untuk sekedar hang out bersama teman, rekan kerja atau keluarga tanpa ada batasan sedikit pun.
Namun, virus Covid-19 telah merubah semuanya, saat ini aktivitas keluar rumah cenderung diperketat oleh pemerintah dengan menggunakan masker.
Mengacu pada publikasi CDC pada 19 Februari 2021, “masker bedah lebih baik digunakan berlapis dengan masker kain atau dapat pula masker bedah harus dipasang rapat di sekitar wajah dalam mencegah kebocoran udara di sekitar tepi masker”.
Saran ini didasarkan oleh percobaan yang dilakukan ahli epidemiologi CDC John Brooks dan tim.
Percobaan tersebut melibatkan pengukuran jumlah partikel yang mencapai kepala tiruan dari simulasi batuk, yang memperlihatkan bahwa kombinasi masker ganda bisa memblokir lebih dari 85 persen partikel, dibandingkan dengan 56 persen dan 51 persen masing-masing untuk masker bedah dan masker kain saja.
Studi lainnya oleh ahli aerodinamika David Rothamer yang diunggah oleh kompas.com menemukan, “sebagian besar masker tidak pas di wajah sehingga memungkinkan lebih dari 50 persen kebocoran. Namun dengan memberikan kawat yang dilekatkan pada area sekitar hidung, hal itu bisa meningkatkan efisiensi penyaringan masker”.
Memakai masker bukan satu-satunya langkah untuk terhindar dari virus covid-19, masyarakat juga dapat menerapkan instruksi pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menghindari kerumunan dan menjaga jarak dimanapun berada.
Karena virus covid-19 tidak terlihat dan kasat mata maka perlu kepatuhan semua pihak untuk menjaga kesehatan. Agar mata rantai penularan virus dapat terputus











































