Samarinda, linimasa.co – 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Samarinda pasca pelantikan, Andi Harun menyusun program prioritas kerja pemerintah agar masyarakat bisa segera merasakan kerja-kerja nyata pemimpinnya
Pada kegiatan Talkshow Walikota bersama Radio Suara Mahakam di lantai 2 Balaikota, Andi Harun mengatakan seorang kepala daerah harus membuat karya dan memberi contoh kepada masyarakat, terutama kepada para pimpinan OPD Kota Samarinda.
“Terutama saya sebagai Walikota harus memberi karya dan sesuatu yang berarti kepada masyarakat. Dan ini akan menjadi contoh bagi pimpinan OPD di jajaran pemerintah Kota Samarinda” ungkapnya
Andi Harun menjelaskan beberapa program prioritas 100 hari kerja Pemerintah Kota Samarinda yang ia pimpin
Pertama, dalam penanganan covid-19 di 100 hari kerja Andi Harun ingin menerapkan PPKM secara efektif, tetapi tidak menutup kegiatan ekonomi masyarakat seperti aktivitas di pasar tradisional
Kedua, Terkait kepastian pengajaran tatap muka para siswa di sekolah, Andi Harun sudah membuat program Sekolah tangguh covid-19
“Tidak ada satupun yang bisa memastikan pandemi ini berakhir. Oleh karena itu kita perlu terobosan di sektor pendidikan dengan membuka sekolah, tentu dengan prosedur yang ketat. Pengawasan protokol kesehatan akan dilakukan di sekolah” jelasnya
Andi Harun menambahkan siswa yang diperbolehkan masuk sekolah adalah siswa yang sudah mendapat ijin orang tua, bagi orang tua yang tidak memberi ijin tetap belajar di rumah
Ketiga, Terkait pengelolaan sampah Andi Harun menjelaskan produksi sampah di Samarinda 400 – 500 Ton per hari. Kita mulai dari bawah, bagaimana melakukan pengelolaan produksi sampah keluarga dengan baik. Kita hapus TPS yang ada di jalan-jalan utama, untuk citra Samarinda sebagai kota yang bersih
“paling lama dalam 1 tahun kedepan kita sudah mendapat alternatif perpindahan TPA dari sungai pinang. Karena sudah banyak keluhan dari masyarakat sekitar TPA” ungkapnya
Lebih lanjut Andi Harun sudah membangun komunikasi dengan Bupati Kukar untuk membangun dan mengelola TPA bersama di perbatasan Samarinda – Tenggarong, menggunakan ex. Lahan tambang
Keempat, terkait program 100-300 juta/RT. Dengan nama program Pro Bebaya yang artinya bergotong-royong membangun kota
Andi Harun menjelaskan selama ini alokasi anggaran kita di Kota Samarinda sudah ada.
Kita ingin distribusi anggaran secara menyeluruh dan berkeadilan ke seluruh RT untuk pembangunan di lingkungan masyarakat. Sebelumnya RT harus bermusyawarah dulu ke masyarakat dan kemudian mengusulkan proposal kepada pemerintah
Kelima, Terkait program penataan PKL dan parkir Andi Harun mengatakan tidak ada kota modern dan besar yang tidak ada PKL, tetapi perlu dikelola dengan baik.
“Kita harus manusiakan PKL, kita kelola dan khususkan kawasan untuk PKL yang berdagang. Tetapi kita petakan juga kawasan yang tidak boleh” tambahnya
Lebih lanjut Andi Harun menjelaskan terkait e-parking sudah mengkordinasikan ke pak wawali. Agar Samarinda kedepan dapat memaksimalkan retribusi parkir untuk kenaikan PAD.
Keenam, terkait pengendalian banjir melalui APBD Perubahan andi Harun mengatakan secara umum daerah kita banjir karena ada kiriman air dari ulu. Kedepan saya akan maksimalkan lahan tambang yang sudah tidak terpakai menjadi bendungan.
“Kita tinggal investasi rumah pompa dan tanggul. Dan pengendalian dari ilir kita rencanakan bangun pintu air di Jembatan Mahakam I agar dapat mengendlaikan air pasang dari air sungai mahakam” tambahnya
Rencana besar ini perlu anggaran tidak sedikit, APBD kota tidak akan sanggup. Oleh karena itu Andi Harun akan melakukan lobby kepada para menteri di pusat terkait bantuan pembiayaan dari pusat
Pewarta : Iqbal













































