Samarinda – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Kecamatan Samarinda Ilir melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Musala Jamiush Sholihin di tanah berukuran 96 meter persegi. Rabu (18/5/22).
Sekolah dasar yang beralamat di Jalan Damai Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, sebelumnya telah memiliki musala yang terletak di baseman bawah ruang kelas, namun karena posisinya yang rendah, sehingga setiap musim penghujan lokasi tersebut terendam air.
“Setiap hujan, musala sekolah pasti terendam air, di tempat yang sama selain musala juga ada kantin, tapi selama pandemi memang tidak dibuka karena murid belajar daring,” ujar Kepala SDN 007 Samarinda Ilir, Sri Mulyati.
Pembangunan Musala Jamiush Solihin menurut Sri Mulyati diinisiasi oleh para guru-guru, pasalnya kegiatan iman dan taqwa untuk murid dapat terganggu jika musim penghujan tiba.
“Biasanya kami melakukan sholat Dhuha dan sholat wajib berjamaah, serta kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.
Peletakan batu pertama pembangunan Musala Jamius Solihin dihadiri oleh Sekretaris Camat Samarinda Ilir, Lurah Sidodamai, RT di Kelurahan Sidodamai, Baznas Kota Samarinda, pengawas Agama Islam dan pengawas SD.
Dalam laporan Ketua Panitia Pembangunan Musala, Basri Sudi menyampaikan, jumlah dana yang terkumpul hingga Rabu kemarin adalah Rp. 4 juta.
“Sumbangan ini berasal dari guru-guru dan kepala sekolah, hingga saat ini kami masih membuka kesempatan bagi yang ingin berdonasi,” ujar Basri menyampaikan laporan panitia.
Proses peletakan batu pertama dimulai oleh Ketua Baznas Kota Samarinda, Widiasmoro Eko Prawito, kemudian dilanjutkan oleh Sekcam Samarinda Ilir, La Uje, Pengawas Agama Islam, H. Yaman, Lurah Sidodamai, Surayjin, dan Kepala SDN 007 Samarinda Ilir, Sri Mulyati. Usai peletakan batu pertama, dilanjut dengan pembacaan do’a.

Sri Mulyati mengatakan, musala nanti dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, pasalnya lokasi bangunan berada dipinggir jalan Damai.
“Nanti ada akses jalan masuk untuk umum juga, sehingga masyarakat sekitar dapat beribadah di musala itu,” kata Sri.
Ada tambahan donasi dari warga, lanjutnya, beberapa tokoh masyarakat berjanji akan membantu memberikan donasi untuk pembangunan musala tersebut.
“Kemarin (Rabu), ada tambahan dana dari pengawas sekolah, Hj Jubaidah sebesar RP 1 juta dan dari tokoh masyarakat H. Sangkala sebesar Rp 3 juta, semoga beliau semua diberi rezeki melimpah oleh Allah SWT,” ungkap Sri saat dihubungi awak media, Kamis (19/5/22).
Ia berharap pembangunan Musala Jamiush Solihin dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan target yang direncanakan.
“Semoga anggaran dapat terpenuhi, kami berharap mendapat banyak donatur, sehingga musala dapat berdiri dan digunakan segera, aamiin,” ucapnya.
Pewarta Audric














































