Pedagang Kecewa Pemkot Tak Cepat Dirikan Lapak Darurat, Wawali : Tak Bisa Lakukan Banyak Hal, Nanti Bermasalah Dengan Inventarisir Aset Kota
Bontang, linimasa.co – Usai kebakaran yang menimpa Pasar Citra Mas Loktuan, Rabu (10/2/2021) lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang belum membangun lapak darurat.
Para pedagang merasa kecewa dengan pemkot Bontang, lantaran mereka menganggap pemkot Bontang tidak komitmen untuk merealisasikan pembangunan lapak darurat.
“Mana? ini sudah dua minggu gak ada action sama sekali dari pemerintah untuk bangun pasar darurat,” keluh Irvan, salah satu pedagang ikan pasar Citra Mas Loktuan, pada awak media.
Irvan mengatakan bahwa pembangunan lapak darurat sangat diharapkan oleh para pedagang. Pasalnya, hal tersebut dirasa sangat penting bagi para pedagang untuk kembali berdagang.
“Sudah hujan kehujanan, panas kepanasan. Malam tidak ada penerangan kasian juga kami para pedagang cuman bisa gunakan lapak seadanya,” gerutunya.
Mewakali para pedagang, Irvan berharap agar Pemkot Bontang komitmen dan segera mewujudkan lapak darurat.
“Pedagang ini butuh perhatian serius. Semoga Pemerintah juga serius membangun lapak darurat,” harap Irvan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan lapak darurat akan direalisasikan. Namun, pihaknya terus berupaya untuk merampungkan dalam kurun waktu 3 bulan.
“Target kita segitu, kita sudah ada proses. Semoga cepat rampung,” ujarnya, Senin (22/2/2021).
Dijelaskan Basri bahwa pihaknya mengalami banyak kendala. Diantaranya adalah menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari pihak kepolisian, pembersihan sisa kebakaran hingga melakukan tahap perencanaan.
“Memang banyak kendala, bahkan di kota lain 3 sampai 4 bulan pun belum rampung. Intinya kalau perencanaan sudah selesai sudah bisa dilakukan pembangunan,” jelasnya.
Basri mengatakan bahwa Pemkot Bontang tak bisa melakukan banyak hal dalam melakukan pembangunan lapak darurat. Dengan dalih akan bermasalah dengan inventarisir aset kota.
“Kita tidak diperkenankan untuk membangun pasar sementara. Makanya di anggaran tak terduga itu kami hanya bisa memberikan bantuan semacam tali asih,” sambung Basri.
Kendati demikian, Basri meyakinkan bahwa lapak darurat akan tetap dibangun. Dirinya berharap perusahaan sekitar dapat membantu pembangunan lapak darurat tersebut.
“Kita berharap pihak perusahaan segera mengumumkan pembangunan lapak darurat bagi para pedagang, terserah mereka mau dalam bentuk pembangunan fisik atau dana. Karena Pemkot tidak bisa membangun itu,” paparnya.
Pewarta Lutfi














































