Samarinda, linimasa.co – Setahun lebih sudah pandemi Covid-19 mendera Indonesia, sejak informasi infeksi virus pertama kali pada 2 Maret 2020 di negara kepulauan ini. Bukan hanya krisis kesehatan dan pendidikan, bahkan di segala lini kehidupan, termasuk roda perputaran ekonomi bangsa. Melihat hal tersebut, Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Samarinda menginisiasi ajang rembuk bersama dalam sebuah Diskusi Kelompok Terfokus atau Focus Grup Discussion (FGD) bekerja sama dengan Pengurus Pusat IKA Unhas.
Acara yang bertemakan Mendorong Sinergi dan Kolaborasi Pengusaha untuk Memperkuat Daya Saing Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid-19, bakal diadakan pada Selasa, 3 Agustus 2021 melalui aplikasi Zoom pukul 14.00 WITA, dengan menghadirkan 12 narasumber yang terdiri dari tokoh nasional dan pengusaha.
Ketua IKA Unhas Samarinda, Mappabali, mengungkapkan pandemi yang telah mengganggu aktivitas ekonomi nasional merupakan latar belakang FGD tersebut digelar.
“Kita lihat sejak dimulainya PSBB di bulan April 2020, dampaknya luar biasa mengganggu proses distribusi, produksi, dan kinerja perekonomian negara. Hal ini akhirnya mempengaruhi Ekonomi Indonesia yang tumbuh negatif, belum lagi aktivitas masyarakat makin terbatas.” ujarnya saat ditemui awak linimasa.co
Pria yang karib disapa Appli ini menjabarkan pada kuartal II tahun 2020, ekonomi Indonesia menjadi lesu. Kebijakan pemerintah menerapkan PSBB di sejumlah daerah menyebabkan adanya kontraksi pertumbuhan ekonomi.
“Jadi salah satu tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia itu adalah daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga. Sementara daya beli masyarakat tergerus selama adanya pandemi ini. Sampai sekarang pemerintah berusaha membuat kebijakan-kebijakan untuk menghadapi dampak buruk ekonomi bangsa akibat covid sekaligus mengupayakan pemulihan ekonomi bangsa.” sambungnya
Pria Lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini menambahkan, tugas dan tanggung jawab pemulihan ekonomi nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.
“Untuk pemulihan ekonomi, semua harus terlibat. Olehnya itu, kami membuat diskusi terfokus ini dengan menghadirkan para pakar, pengusaha, pimpinan perusahaan, mantan menteri bahkan mantan wakil presiden, pak JK, yang kesemuanya adalah alumni Unhas.” tambahnya
Dirinya berharap dengan adanya kegiatan tersebut, akan muncul masukan, solusi sebagai embrio kebijakan pemerintah yang dapat dijadikan dasar untuk pemulihan ekonomi secara global.
Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Syarif Burhanuddin (LPJK), Eka Sastra (Komisaris PT. PKT), Alif Abadi (Dirut PT KBN), Andi Amran Sulaiman (Founder Tiran Group), M.Arif Rosyid Hasan (Komisaris BSI), Haedar A. Karim (Dirut PT. Nindya Karya), Muhammad Sapri Pammulu (Dirut PT. Indah Karya), Subhan (Dirut PT. Semen Gresik), Darwis Ismail (Pengusaha), M. Ramli Rahim (Pengusaha).
“Untuk opening speech nya oleh pak Yusuf Kalla, yang akan memberikan pencerahan dan bimbingan kepada para alumni sehingga diharapkan akan timbul para pengusaha baru dikalangan alumni yang bisa membantu percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Kemudian nanti akan ditutup oleh pak Tanri Abeng, yang saya yakin juga memberikan masukan yang luar biasa bagi para alumni.” jelasnya
Reporter Chai














































