Bontang, linimasa.co – Sebanyak 118 penyintas covid telah mendaftarkan diri sebagai pendonor plasma konvalesen melalui link google form yang telah disediakan.
“Mulai 18 Januari hingga hari ini yang mendaftar sudah mencapai 118 orang namun hanya dua orang yang lolos screaning,” ucap Teknisi Lab PMI Eka Ninda pada awak media, Selasa (16/2/2021).
Kata dia, kini hanya dua orang yang berhasil melakukan donor plasma konvalesen di gedung PMI Bontang, Jalan Sawi Kelurahan Gunung Elai. “Sebelumnya sudah ada yang mendonorkan plasmanya,” seru Eka.
Meski minimnya stok plasma, Eka mengaku pihaknya tetap memperioritaskan permintaan rumah sakit yang membutuhkan.
“Tiap orang ini kan bisa diambil hingga 800cc. Nah, permintaan tiap rumah sakit itu berbeda-beda mbak. Kalau yang ini permintaannya satu pasien 200cc,” Jelasnya.
Sementara itu, penyintas covid klaster perusahaan Muh. Iqbal Abdullah (35) mengaku sangat antusias dan dengan sukarela melakukan donor plasma.
“Niat dari diri sendiri aja sih mbak. Soalnya kan ada yang membutuhkan tuh, sebagai mantan orang yang terpapar covid yah saya coba daftar aja,” ujar Iqbal.
Meski melewati beberapa tahapan screaning, Iqbal mengaku sangat bersyukur lantaran bisa sampai pada tahapan pendonoran.

“Saya screaningnya mulai pagi tadi mbak, alhamdulillah pukul 14.30 tadi saya dibolehkan untuk donor plasma,” ungkapnya.
Warga Sangata, Kutai Timur ini mengaku telah terpapar covid sejak awal November 2020 lalu. Beruntung keadaannya membaik hingga pertengahan November.
Usai melakukan donor plasma selama satu jam, pria dengan golongan darah B ini mengaku lega lantaran tak ada efek samping yang ia rasakan. “Biasa aja sih, lebih rileks aja gitu,” ucapnya.
Kendati demikian, Iqbal mengaku siap untuk melakukan donor plasma bila diperlukan kembali.
“Kalau saya siap aja sih. Tapi ini kan saya masih terrikat dengan perusahaan jadi ya harus izin dulu terlebih harus keluar kawasan Kutai Timur,” tuturnya.
Untuk diketahui bagi penyintas covid bisa mendaftarkan diri melalui link berikut untuk melakukan donor plasma konvalesen.
Pewarta Lutfi














































