KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) merealisasikan program bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik di seluruh wilayah Kutim. Total sebanyak 89.857 paket yang berisi buku pelajaran, seragam, dan sepatu disalurkan secara cuma-cuma kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Program ini menyasar pelajar PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun swasta. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari implementasi salah satu program unggulan Pemkab Kutim yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa bantuan perlengkapan sekolah ini menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan daerah saat ini. Saat ditemui pada Kamis (22/1/2026), ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh anak di Kutim memperoleh akses pendidikan yang setara tanpa terkendala kebutuhan dasar sekolah.
“Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemkab Kutim di bidang pendidikan. Kami berupaya agar seluruh siswa di Kutim dapat merasakan manfaatnya secara merata,” ujar Mulyono.
Berdasarkan data Disdikbud, distribusi bantuan terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 14.605 paket untuk PAUD, 54.982 paket untuk SD, dan 20.000 paket untuk SMP. Meski demikian, proses penyaluran di beberapa wilayah masih mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca ekstrem.
Mulyono menjelaskan bahwa banjir yang sempat melanda sejumlah kecamatan menjadi kendala utama dalam pendistribusian. Namun demikian, pihaknya memastikan paket bantuan susulan akan segera dikirimkan setelah akses transportasi kembali memungkinkan dan situasi di daerah terdampak membaik.
“Beberapa sekolah belum menerima bantuan karena terdampak banjir. Kami akan segera menyalurkan paket susulan begitu kondisi memungkinkan,” jelasnya.
Manfaat program ini mulai dirasakan oleh sekolah dan masyarakat, salah satunya di Kecamatan Bengalon. Kepala SD Anugerah Abadi 2 Bengalon, Alex, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah daerah, khususnya bagi keluarga siswa dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam dan buku untuk siswa kami. Ini sangat membantu orang tua, mengingat sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pekerja panen,” ungkap Alex.
Program bantuan perlengkapan sekolah gratis ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan menekan angka putus sekolah. Dengan cakupan distribusi di 18 kecamatan, termasuk wilayah pelosok, pemerintah daerah berharap tercipta pemerataan akses pendidikan serta keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Kutai Timur. (adv)













































