Samarinda – Dalam rangka menumbuhkan jiwa saintis terhadap siswa, menselaraskan dengan visi misi sekolah serta mengimplementasikan teori belajar siswa. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Loa Janan Ilir baru-baru ini melaksanakan praktek pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dan pembelajaran berbasis tantangan atau yang lebih populer disebut dengan change based learning (CBL) guna mengasah dan membiasakan siswa untuk menciptakan inovasi hasil pengalaman belajar pada kecakapan abad 21.
“Menteri Nadiem Anwar Makarim menegaskan sistem pembelajaran berbasis proyek (Project based learning) mesti digalakkan. Hal ini agar kolaborasi antar pelajar terus terbangun melalui proyek pembelajaran tersebut,” terang Kepala Sekolah Marniah M.

Kecakapan yang diharapakan, lanjutnya, siswa mampu membuat perbandingan, membuat penilaian data, berpikir kritis, membuat kesimpulan, memecahkan masalah dan menerapkan pengetahuan mereka pada konteks kehidupan nyata serta pada situasi yang masih asing bagi mereka.
“Rangkaian kegiatan pembelajaran inovatif baik PJBL, IBL, PBL maupun CBL disekolah ini sebenarnya sudah lama di terapkan oleh para guru, pada tahun 2018 bahkan sekolah ini melaksanakan pameran hasil karya siswa yang di ambil dari proses pembelajaran PJBL, IBL, PBL dan CBL,” lanjutnya.
Dalam pameran tersebut berbagai macam hasil karya siswa di pamerkan dan dilombakan ada berbagai karya inovasi siswa diantaranya adalah kincir air sederhana, pupuk organik cair, dan pembuatan nata derice dengan memanfaatkan air limbah cucian beras serta beberapa karya inovatif siswa yang lain.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah memberi peluang untuk melakukan kegiatan pembelajaran baik PBL maupun CBL dengan tema pencegahan covid-19.
“Hasilnya luar biasa siswa-siswi sekolah ini mampu menghadirkan produk inovatif berupa hand sanitizer berbahan eco enzim dari kulit jeruk, minuman imunitas berbahan jahe serta dispenser otomatis sederhana. Produk-produk inovatif yang dihasilkan siswa selanjutnya diperbanyak untuk di gunakan dan dimanfaatkan oleh sekolah dalam pencegahan covid-19,” tambahnya.
Dirinya mengapresiasi peran para guru dengan harapan dapat terus berkarya dan bersinergi untuk mengimplementasikan visi misi sekolah melalui proses pembelajaran inovatif disekolah.
“Meskipun di tengah keterbatasan fasilitas pendukung, ini merupakan prestasi yang tak terhingga dan tidak bisa diukur dengan materi,” tuturnya.
Marniah juga mengapresiasi PT Trakindo Utama Cabang Samarinda yang membantu peningkatan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru-guru sebagai mitra sekolah.
“Selama ini Trakindo membantu kami dan alhamdulillah guru dan siswa pun mendapat tambahan pengetahuan.” Tutupnya.
Pewarta Arman














































