Samarinda, linimasa.co – Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN) Universitas Mulawarman (Unmul) merupakan program pendidikan tingkat sarjana di bidang pemerintahan atau kepamongan. Pada bulan September 2021, Program Pendidikan (Prodi) S1 PIN mengirimkan mahasiswa – mahasiswi untuk melakukan pemagangan atau dikenal dengan istilah On the Job Training (OJT) di tujuh desa yang terdapat di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur.
Kepala Prodi S1 PIN, Budiman, menjelaskan kegiatan OJT yang terpusat dalam satu wilayah agar menghasilkan output yang lebih maksimal, disamping itu karena masih dalam kondisi wabah pandemi Covid-19.
“Dilakukan di satu wilayah terfokus yakni Kecamatan Sangkulirang agar bisa terlihat jelas kontribusi para mahasiswa, dan memberikan dampak yang positif yang meluas pada kegiatan pemberdayaan masyarakat,” papar Budiman saat dihubungi awak linimasa.co, Jum’at (3/12/2021).
Budiman mengakui sebelumnya mengirim mahasiswa melakukan OJT sesuai daerah asalnya, namun dengan pertimbangan lain akhirnya merubah pola tersebut menjadi fokus pada satu wilayah.

“Kita kirim dalam satu kecamatan yang terbagi dari beberapa desa, sehingga dampak positifnya lebih luas dan terfokus. Karena memang mereka disiapkan untuk bisa ditempatkan dimana saja, bukan hanya dari daerah asal mereka. Ini juga bagian dari pembinaan mental dan fisik mereka nantinya,” tambahnya.
Sebelum meninggalkan daerah OJT, mahasiswa menggelar seminar Penataan Administrasi Pemerintahan Desa yang dirangkai dengan acara pelepasan mahasiswa OJT oleh pemerintah kabupaten diwakili oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes). Seminar terkait dengan Penataan Administrasi di tingkat Desa memiliki permasalah yg kompleks dari peraturan yg selalu berubah-ubah sebagai landasan pelaksanaan sampai pada tenaga administrasi (perangkat desa) yg masih rendah.

Sekretaris DPMDes Kutim, Abdul Muluk berharap Kedepan pihaknya akan membentuk tenaga pendamping desa lokal yang dimitrakan bersama Program S1.PIN.
“Kami berharap nantinya akan ada Perjanjian Kerjasama antara Pemkab Kutim dan UNMUL dalam rangka penyediaan SDM yang unggul di desa,” harapnya.
Dirinya yakin, Kutim mampu menyiapkan SDM yang handal dan unggul untuk membangun desa-desa di Kutai Timur.
“Ke depan adalah era digitalisasi sehingga desa-desa harus mempersiapkan baik SDM dan teknologi yang mendukung pelayanan yang berbasis IT dengan proses dan cara mudah,” paparnya.
OJT tahun ini dilakukan selama dua bulan sepuluh hari, berbeda dengan tahun lalu yang dilaksanakan selama dua bulan saja. Ini karena adanya masukan dari para mahasiswa yang meminta tambahan waktu. Lokasi pelaksanaan program berada di Kabupaten Sangkulirang, Kutai Timur. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan, seperti letak dan area yang sesuai dengan konsep kegiatan, kondisi cuaca serta keadaan mahasiswa.
Pewarta Audric Al Dzaky














































