Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Melalui tiga program unggulan di sektor pendidikan — yakni Program Subsidi Biaya Penunjang Sekolah dan Beasiswa, Program Bantuan Sekolah Swasta/Pondok Pesantren Idaman Terbaik, serta Program Terima Kaseh Guru Ngaji Ku — Kukar menegaskan perhatiannya terhadap pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh lapisan masyarakat.
Program Subsidi Biaya Penunjang Sekolah dan Beasiswa
Program ini dirancang untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu sekaligus memberi motivasi bagi pelajar berprestasi.
Melalui subsidi biaya sekolah dan pemberian beasiswa, pemerintah daerah berharap angka partisipasi sekolah di Kukar dapat terus meningkat, khususnya di tingkat menengah dan perguruan tinggi.
Program ini juga disinergikan dengan kebijakan nasional seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kemendikbudristek, agar penerima manfaat di Kukar mendapatkan dukungan ganda — baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Program Bantuan Sekolah Swasta dan Pondok Pesantren Idaman Terbaik
Kukar dikenal memiliki banyak lembaga pendidikan berbasis keagamaan, termasuk pondok pesantren dan sekolah swasta. Melalui program ini, pemerintah daerah memberikan bantuan sarana, prasarana, serta dukungan finansial agar lembaga-lembaga tersebut dapat terus beroperasi secara optimal.
Menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, lebih dari 40 pesantren dan sekolah swasta telah menerima bantuan peningkatan fasilitas belajar, termasuk renovasi asrama, laboratorium, hingga digitalisasi pembelajaran.
Langkah ini sejalan dengan visi Kukar Idaman (Inovatif, Daya Saing, Mandiri), di mana pendidikan agama dan karakter tetap menjadi pondasi utama pembangunan sumber daya manusia daerah.
Program “Terima Kaseh Guru Ngaji Ku”
Selain memperhatikan siswa dan sekolah, Pemkab Kukar juga memberikan apresiasi khusus kepada para guru ngaji dan pendidik nonformal melalui program “Terima Kaseh Guru Ngaji Ku”.
Program ini memberikan insentif rutin dan pelatihan peningkatan kompetensi bagi para pengajar Al-Qur’an, ustaz, dan pendidik madrasah diniyah di seluruh kecamatan.
Program tersebut tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga spiritual — sebuah pengakuan atas peran penting para guru ngaji dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia.
Menurut laporan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar (2024), tercatat lebih dari 3.500 guru ngaji telah menerima manfaat program ini sejak diluncurkan.
Ketiga program ini saling melengkapi dan membentuk ekosistem pendidikan yang lebih inklusif di Kukar — dari dukungan finansial siswa, penguatan lembaga pendidikan, hingga penghargaan bagi pendidik nonformal.
Sejumlah sekolah dan pesantren penerima bantuan kini melaporkan peningkatan jumlah siswa serta kualitas kegiatan belajar mengajar.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemkab Kukar dan sinergi bersama pemerintah pusat, pendidikan di Kukar diharapkan semakin maju dan merata hingga ke wilayah pedesaan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika generasi muda Kukar cerdas dan berkarakter, maka Kukar masa depan akan menjadi daerah yang benar-benar sejahtera,” tutup Kepala Dinas Pendidikan Kukar, Drs. Thamrin, dalam konferensi pers awal tahun 2025.














































