KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kesiapan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan memperkuat koordinasi lintas sektor melalui Rakor Forkopimda Plus yang akan digelar 8 Desember 2025. Selain isu keamanan dan kebencanaan, kesiapan infrastruktur menjadi sorotan utama untuk menjaga stabilitas distribusi kebutuhan pokok.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengingatkan bahwa intensitas mobilitas masyarakat serta permintaan barang cenderung meningkat di akhir tahun. Karena itu, OPD teknis diminta melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jalan, jembatan, dan titik rawan kemacetan.
“Kelayakan infrastruktur harus dipastikan untuk menunjang kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat selama Nataru,” tegasnya.
Selain perbaikan fisik, manajemen lalu lintas juga menjadi perhatian penting guna mengantisipasi potensi hambatan distribusi barang. Pemkab Kutim ingin memastikan bahwa jalur transportasi tetap aman dan berfungsi optimal, terutama saat curah hujan tinggi berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Instruksi pembenahan drainase turut ditekankan sebagai langkah mitigasi banjir. Pemerintah menargetkan agar sistem drainase di titik rawan dapat berfungsi maksimal sehingga genangan air tidak mengganggu mobilitas maupun aktivitas ekonomi.
Melalui koordinasi yang solid antara Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum, Pemkab Kutim berharap dapat memastikan stabilitas harga, pasokan barang, serta kenyamanan masyarakat selama periode Nataru. (adv)














































