KUTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meresmikan Jembatan Nibung yang menghubungkan Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dengan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang, Selasa (24/2/2026). Kehadiran jembatan ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kutai Timur sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Peresmian infrastruktur tersebut disambut antusias warga yang selama bertahun-tahun menantikan akses transportasi yang lebih mudah dan efisien. Jembatan ini dinilai mampu mempersingkat jarak tempuh sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat antar kecamatan.
Kepala Desa Pelawan, Norhanuddin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas pembangunan jembatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memperlancar aktivitas ekonomi warga karena akses menuju pusat perdagangan menjadi lebih mudah.
Ia menjelaskan, masyarakat kini dapat menjangkau berbagai wilayah seperti Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang hingga Sangatta dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Selain itu, sektor pertanian diperkirakan akan berkembang lebih pesat karena distribusi hasil panen menjadi lebih lancar. Para petani kini memiliki akses langsung menuju pasar sehingga penjualan komoditas seperti singkong, kacang-kacangan, dan cabai dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Pemerintah Desa Pelawan juga berencana mengaktifkan kembali pembangunan pusat perdagangan desa yang sebelumnya telah dirintis. Kehadiran jembatan diharapkan menjadi faktor pendukung percepatan pembangunan fasilitas ekonomi tersebut.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kadungan Jaya, Dina Gusrianti, yang menilai Jembatan Nibung sebagai kemajuan penting bagi wilayah transmigrasi yang dipimpinnya. Posisi desa yang berada di jalur strategis diyakini akan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan nilai aset desa.
Manfaat jembatan juga dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha transportasi. Warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan memutar atau menggunakan penyeberangan air kini dapat melakukan perjalanan dengan lebih cepat. Sementara itu, para sopir logistik dapat menghemat biaya operasional karena tidak lagi bergantung pada kapal penyeberangan.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur ini diikuti dengan peningkatan kualitas jalan penghubung agar konektivitas antarwilayah semakin optimal dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kutai Timur. (adv)














































