SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Upaya tersebut ditegaskan saat Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balaikota Samarinda, Senin (18/5/2026).
Rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tersebut membahas kondisi harga kebutuhan pokok di daerah serta langkah antisipasi pemerintah menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Samarinda menyoroti pergerakan harga bawang merah yang masih menjadi perhatian. Ia meminta Bagian Perekonomian bersama instansi terkait untuk melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional secara berkala.
“Sesuai arahan Kemendagri, saya minta Bagian Perekonomian dan seluruh jajaran terkait segera pantau langsung kondisi pasar. Lakukan secara kontinu sebagai langkah antisipasi menjelang Iduladha,” tegas Saefuddin Zuhri.
Ia menambahkan, stabilitas harga pangan tidak dapat dipisahkan dari kelancaran distribusi energi dan bahan bakar minyak yang menjadi penunjang distribusi barang kebutuhan pokok di daerah.
Terkait ketersediaan bahan bakar minyak, Pertamina memastikan stok Bio Solar, Pertalite, dan Pertamax dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 hari ke depan. Bahkan, tambahan kuota juga telah disiapkan guna mengantisipasi peningkatan permintaan selama momentum Iduladha.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Samarinda, Nadya Turisna, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga mendorong percepatan penyaluran bantuan pangan dari Bulog agar dapat tersalurkan seluruhnya sebelum akhir Mei 2026.
Selain itu, Pemkot Samarinda akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam skala besar beberapa hari menjelang Iduladha dengan fokus pada komoditas utama seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng.
“Gerakan Pangan Murah dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 19 Mei 2026 di Jalan P. Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga pangan masyarakat,” ujar Nadya.
Pemkot Samarinda juga memperkuat peran Perumda Varian Niaga untuk menyerap hasil panen cabai lokal dari petani Samarinda. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga ketersediaan stok sekaligus membantu mengendalikan harga cabai di pasaran.
Selain fokus pada kondisi saat ini, pemerintah daerah turut mengantisipasi potensi gangguan distribusi pangan dalam jangka menengah menyusul prediksi puncak musim kemarau dari BMKG pada Agustus mendatang.
Sebagai tindak lanjut pengawasan di lapangan, Pemkot Samarinda juga dijadwalkan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar pada 21 Mei 2026 untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga menjelang Hari Raya Iduladha. (adv)














































