SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerima kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya di Balai Kota Samarinda, Rabu (20/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi tiru terhadap layanan Public Safety Center (PSC) 119 Doctor On Call (DOC) yang dinilai berhasil menghadirkan pelayanan kesehatan darurat yang cepat dan responsif bagi masyarakat.
Rombongan dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, dr Jan Pieter, bersama sejumlah anggota DPRD Provinsi Papua Barat Daya. Kedatangan mereka disambut langsung Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, di Ruang Rapat Lantai III Balai Kota Samarinda.
Dalam pertemuan tersebut, dr Jan Pieter menyampaikan bahwa Samarinda dipilih sebagai lokasi kaji banding karena dinilai memiliki sistem layanan kesehatan darurat yang berkembang baik di luar Pulau Jawa.
“Samarinda kami nilai sebagai acuan terbaik pelayanan kesehatan di luar Pulau Jawa,” ujarnya.
Menurutnya, layanan PSC 119 DOC dinilai relevan untuk diterapkan di Papua Barat Daya yang memiliki tantangan geografis cukup luas dengan wilayah pelayanan kesehatan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Amir Husain, memaparkan perkembangan program Doctor On Call mulai dari tahap perintisan hingga berhasil meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan program DOC merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat.
“Program ini merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pengalaman dan sistem pelayanan yang diterapkan di Samarinda dapat menjadi referensi bagi Papua Barat Daya dalam memperkuat layanan kesehatan daerah.
“Moga-moga program ini bisa ditiru dan dijalankan di Papua Barat Daya untuk kemaslahatan masyarakat di sana,” tambahnya.
Anggota DPRD Papua Barat Daya, Otsus Inigo Ortez, mengaku optimistis program serupa dapat diterapkan di daerahnya setelah melihat langsung sistem pelayanan yang dijalankan Pemkot Samarinda.
“Yang kami lihat langsung di sini, akan kami terapkan di Papua Barat Daya,” ujarnya.
Senada dengan itu, anggota DPRD Papua Barat Daya lainnya, Abdul Gafur, menyebut kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempelajari inovasi pelayanan publik di bidang kesehatan.
“Kami sangat senang bisa mengadopsi ilmu dan program luar biasa ini untuk diimplementasikan di daerah kami,” tuturnya.
Selain agenda diskusi dan pemaparan program, rombongan juga diajak menikmati suasana Kota Samarinda dengan mengunjungi sejumlah ikon kota, di antaranya kawasan Citra Niaga dan Teras Samarinda.
Pertemuan ditutup dengan pesan Wakil Wali Kota Samarinda agar setiap program pelayanan publik yang dijalankan pemerintah selalu berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Laksanakanlah program yang terbaik agar kelak dapat dikenang dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya. (adv)














































