KUTIM – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya daerah dengan terpilihnya dua agenda budaya lokal sebagai bagian dari Calendar of Event (COE) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026. Festival Lom Plai dan Festival Sekerat ditetapkan masuk dalam daftar 20 event unggulan Kaltim, menandai pengakuan atas eksistensi dan keberlanjutan tradisi masyarakat Kutim di tengah perkembangan zaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Akhmad Rifanie, menjelaskan bahwa pengusulan kedua festival tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan Pemerintah Provinsi Kaltim kepada seluruh kabupaten dan kota untuk menyampaikan agenda budaya yang rutin dilaksanakan serta telah memiliki kesiapan perencanaan dan dukungan anggaran.
Penetapan tersebut diumumkan bersamaan dengan peluncuran resmi 20 event unggulan Kaltim. Dari Kutai Timur, hanya dua agenda budaya yang tercantum, yakni Festival Lom Plai dan Festival Sekerat. Rifanie menegaskan bahwa pemilihan kedua event ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan penting, seperti konsistensi pelaksanaan, kepastian pembiayaan, serta kekuatan nilai budaya yang masih hidup dan dijaga oleh masyarakat setempat.
Festival Lom Plai yang digelar di Kecamatan Muara Wahau dijadwalkan berlangsung pada April 2026, sedangkan Festival Sekerat di Kecamatan Bengalon direncanakan pada Juli 2026. Kedua perhelatan tersebut dinilai tidak hanya sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan juga sebagai representasi warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan membentuk identitas masyarakat Kutim melalui ritus, ekspresi seni, serta nilai-nilai kearifan lokal.
Rifanie mengakui bahwa masih terdapat sejumlah agenda budaya dan pariwisata lain di Kutim yang berpotensi untuk diangkat ke tingkat yang lebih luas. Namun, keterbatasan kepastian anggaran membuat pemerintah daerah harus bersikap selektif dalam menentukan event yang diusulkan ke tingkat provinsi.
Meski demikian, Dispar Kutim terus melakukan pemetaan berbagai agenda budaya yang digelar di daerah, baik berskala kabupaten, provinsi, maupun nasional. Salah satu yang terus diperjuangkan adalah Festival Lom Plai agar kembali masuk dalam Karisma Event Nasional (KEN) 2026 yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Masuknya Festival Lom Plai dan Festival Sekerat dalam kalender event Provinsi Kaltim dipandang bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya lokal. Selain menjadi sarana pelestarian tradisi, kedua festival tersebut juga diharapkan mampu memperluas promosi budaya Kutim serta menarik minat wisatawan, baik di tingkat provinsi maupun nasional, sehingga budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi terus dirawat sebagai identitas hidup masyarakat. (adv)














































