Kukar – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat merespons keluhan warga terkait jalan rusak di Dusun 2 Sungai Tempurung, Desa Kutai Lama, yang berbatasan langsung dengan Kota Samarinda. Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan telah lama menghambat mobilitas masyarakat setempat.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Kepala Desa Kutai Lama, Maulidin, untuk mencari solusi atas permasalahan ini. “Akses jalan di Dusun 2 Sungai Tempurung memang menjadi kendala utama, terutama karena lokasinya berbatasan dengan Kelurahan Makroman, Samarinda,” ujar Arianto pada Senin (14/04/2025).
Ia menjelaskan bahwa wilayah tersebut dikelilingi aktivitas perusahaan tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit, yang turut memperumit akses jalan. Selain itu, warga juga menghadapi kendala minimnya jaringan internet, sebagaimana pernah dikeluhkan kepada Maulidin pada Juli 2024.
Arianto menambahkan, banyak warga mengandalkan jalan milik perusahaan untuk akses sehari-hari, namun ini menimbulkan tantangan karena Pemkab Kukar tidak dapat membangun infrastruktur di wilayah di luar yurisdiksi atau dikuasai pihak ketiga. “Kami tidak bisa langsung membangun jalan jika lahan bukan milik Kukar atau dikelola pihak lain,” terangnya.
Meski terkendala, DPMD Kukar menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan masalah ini berlarut. Pihaknya sedang mengevaluasi opsi terbaik, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Samarinda. “Kami akan lakukan pengecekan mendalam dan mencari solusi, mungkin dengan sinergi bersama Samarinda atau pihak terkait,” kata Arianto.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya DPMD Kukar dalam meningkatkan infrastruktur desa, seperti yang dilakukan melalui intervensi anggaran bersama OPD terkait untuk desa-desa tertinggal. Arianto berharap solusi konkrit dapat segera direalisasikan untuk mendukung kesejahteraan warga Dusun 2 Sungai Tempurung.
“Kami pastikan masalah ini ditindaklanjuti dengan serius agar warga tidak terus dirugikan,” tutupnya.(adv)














































