Kutai Kartanegara – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot program bank sampah berbasis masyarakat sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pada 2025, pembangunan bank sampah di desa-desa akan dilanjutkan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan partisipasi warga.
Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Tahun 2025, kami akan lanjutkan pembangunan bank sampah di desa-desa,” ujar Slamet saat diwawancarai pada Senin (14/04/2025).
Menurutnya, bank sampah terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah dan mendorong warga memilah sampah dari rumah. “Keterlibatan masyarakat sangat penting. Kami ingin warga aktif memilah sampah agar lingkungan lebih bersih dan sampah memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.
Selain infrastruktur, DLHK Kukar juga akan memperkuat edukasi pengelolaan sampah dan memperluas sistem pengumpulan sampah terpilah. Program ini melibatkan pelatihan bagi kelompok masyarakat dan kerja sama dengan pemerintah desa untuk memastikan keberlanjutan.
Slamet berharap langkah ini meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kukar pada 2025. “Kami ingin pengelolaan sampah lebih optimal, mendukung kebersihan, dan menciptakan nilai ekonomi bagi warga,” tutupnya.(adv)














































